Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 27 Maret 2026, Yesaya 41:11-16 KasihNya Membuat Kita Mengerti

Alfianne Lumantow • 2026-03-25 08:44:46

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Pembacaan Alkitab : Yesaya 41:11-16

TEMA : KASIH-NYA MEMBUAT KITA MENGERTI

Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan banyak gigi; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam. (ay. 15)

Ambil waktu untuk mengingat dan merenungkan apa yang terjadi hari ini. Mari ingat: adakah orang yang marah terhadap kita atau sebaliknya, ada yang kita marahi?

Dengan siapa tadi siang kita berbantahan? Adakah kita akhirnya berhasil menemukan maksud baik di balik perbantahan itu?

Dengan siapa tadi siang kita berkelahi? Apa yang kita dapat dari 'perkelahian' itu? Kapan waktunya kita minta maaf?

Malam ini, firman Tuhan melalui Yesaya mengajak kita untuk melihat maksud Tuhan di balik semua peristiwa yang kita alami hari ini.

 

Sejatinya, firman Tuhan ini berlangsung dalam konteks hubungan yang sangat mesra antara Allah dengan umat kesayangan-Nya.

Dalam kerinduan, la memanggil umat-Nya kembali dan dalam kasih, la memulihkan keadaan umat-Nya.

Tidak heran jika dalam teks ini, Allah seperti benar-benar menjadi tameng bagi umat-Nya dari orang-orang yang menjahati mereka.

Malam ini, Tuhan tahu bahwa kita lelah: lelah karena bekerja dan berkarya sepanjang hari; tidak hanya tubuh yang melemah, hati dan pikiran kita juga menjadi berat.

Malam ini, Tuhan sedang menenangkan kita dengan berkata: "semua orang yang marah terhadap engkau, akan segera sadar, orang-orang yang berperang melawan engkau akan seperti tidak ada sebab Akulah yang menolong engkau."

 

Malam ini, Tuhan mengajak kita untuk mengerti apa yang terjadi tadi siang, yaitu Dia membentuk kita menjadi cukup kuat untuk menyelesaikan masalah (mengirik gunung dan menghancurkan).

Dan untuk bersikap bijak terhadap orang-orang yang bertentangan dengan kita (menampi mereka). Mungkin puncak perbuatan Allah bukan tadi siang, bukan juga besok.

Namun rencana-Nya, apa pun yang terjadi hari ini akan membuat kita semakin kuat dan bijak untuk menghadapi hari esok. Amin.

 

Doa: Tuhan, kiranya Engkau berkenan akan kinerja dan karya kami hari ini, yang kami persembahkan kepada-Mu. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT