Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Meningkat Pasca Penolakan Keras Rencana Gencatan Senjata

ALengkong • 2026-03-26 01:17:52

Iran menolak mentah-mentah proposal perdamaian dari Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik militer yang terus memanas di kawasan Timur Tengah global.
Iran menolak mentah-mentah proposal perdamaian dari Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik militer yang terus memanas di kawasan Timur Tengah global.

Jagosatu.com - Otoritas militer Iran secara tegas menolak rencana gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik militer yang sedang berlangsung.

Juru bicara militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, mencemooh proposal lima belas poin yang disampaikan melalui perantara Pakistan kepada pihak pemerintah Iran tersebut.

Dalam pernyataan video resmi yang disiarkan televisi nasional, Zolfaghari mempertanyakan kredibilitas tawaran negosiasi yang datang dari pihak pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Zolfaghari bahkan menyindir bahwa Amerika Serikat saat ini mungkin sedang bernegosiasi dengan diri mereka sendiri di tengah konflik internal yang cukup membingungkan tersebut.

Komando militer Iran menegaskan bahwa posisi mereka sejak awal konflik tidak akan berubah sedikit pun meskipun ada tekanan dari pihak internasional saat ini.

Khatam Al-Anbiya Central Headquarters menyatakan bahwa pihak militer Iran tidak akan pernah mencapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat dalam kondisi apa pun sekarang.

Proposal perdamaian ini sebelumnya telah disampaikan melalui perantara negara Pakistan yang menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah bagi negosiasi diplomatik yang baru direncanakan.

Namun tanggapan dingin dari pihak Iran mengindikasikan bahwa upaya diplomatik yang dilakukan oleh Washington sejauh ini belum membuahkan hasil yang sangat signifikan bagi perdamaian.

Sementara itu, Amerika Serikat justru terus melakukan mobilisasi pasukan tambahan ke wilayah Timur Tengah sebagai respons atas ketegangan militer yang terus meningkat tajam.

Ketidakpastian menyelimuti masa depan kawasan tersebut mengingat posisi kedua negara yang semakin berseberangan dalam menghadapi krisis keamanan global yang cukup krusial bagi dunia.

Konflik ini memicu kekhawatiran global mengenai stabilitas harga energi karena posisi strategis Iran dalam rantai pasok minyak dunia yang sangat vital bagi Indonesia.

Sumber: SCMP Tech

Editor : ALengkong