Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Diplomasi Nuklir Terancam Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Negosiasi Terbaru Amerika Serikat

ALengkong • 2026-03-26 01:19:05

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat memanas. Teheran meragukan niat Washington pasca kegagalan diplomatik dan serangan militer beruntun.
Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat memanas. Teheran meragukan niat Washington pasca kegagalan diplomatik dan serangan militer beruntun.

Jagosatu.com - Pemerintah Iran secara tegas menyatakan sikap skeptis terhadap tawaran negosiasi damai yang diajukan oleh otoritas Amerika Serikat kepada berbagai pihak mediator.

Sikap tidak percaya ini muncul setelah dua putaran perundingan sebelumnya berakhir dengan kegagalan tragis akibat aksi militer yang melibatkan pihak luar.

Laporan terbaru dari Axios mengungkapkan bahwa Teheran merasa pernah dikhianati oleh Amerika Serikat dalam proses diplomatik yang seharusnya berjalan dengan niat baik.

Insiden pada bulan Juni menunjukkan serangan dilakukan saat pembicaraan berlangsung, yang kemudian memicu trauma mendalam bagi para diplomat senior di pihak Iran.

Selain itu, operasi militer bersama antara Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu semakin merusak fondasi kepercayaan yang sempat dibangun bersama.

Sumber internal pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak ingin tertipu kembali oleh strategi diplomasi yang dianggap hanyalah tipu muslihat pihak lawan.

Negara seperti Pakistan, Mesir, dan Turki telah menerima pesan resmi mengenai kekhawatiran Iran terkait peningkatan kehadiran militer Amerika di kawasan tersebut.

Teheran menilai bahwa pengerahan pasukan tersebut adalah bukti nyata bahwa tawaran damai dari Donald Trump hanyalah taktik politik untuk menguasai posisi.

Presiden Amerika Serikat baru saja menunjuk tim negosiasi khusus yang terdiri dari tokoh penting seperti Marco Rubio dan juga Jared Kushner.

Trump mengklaim bahwa proses pembicaraan telah kembali dimulai pada hari Minggu dan menunjukkan bahwa Iran serius dalam upaya penyelesaian konflik regional.

Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah klaim tersebut secara terbuka dengan menyebutnya sebagai berita palsu untuk memengaruhi pasar global saja.

Ghalibaf menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun bentuk komunikasi diplomatik resmi yang dilakukan oleh negaranya dengan pihak Amerika Serikat.

Serangan udara pada akhir Februari lalu yang menyasar target di Teheran terbukti telah menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa warga sipil.

Tindakan balasan dari Iran terhadap fasilitas militer Amerika di Timur Tengah menjadi bukti bahwa konflik ini terus memanas tanpa adanya jalur dialog.

Amerika Serikat dan Israel sempat berdalih bahwa serangan pendahuluan diperlukan untuk menghentikan program nuklir Iran agar tidak membahayakan stabilitas keamanan di wilayah itu.

Namun, kedua negara tersebut belakangan mulai secara terbuka menyatakan keinginan mereka untuk mendorong perubahan kekuasaan yang signifikan di dalam pemerintahan Iran sekarang.

Ketegangan diplomatik antara kedua kekuatan besar ini memiliki dampak luas bagi stabilitas harga komoditas pangan dan energi dunia yang sangat krusial bagi Indonesia.

Sumber: Antara News

Editor : ALengkong