Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 28 Maret 2026, Yesaya 41:21-29 KasihNya Membawa Kabar Baik Pembacaan Alkitab : Yesaya 41 : 21-29 TEMA : KASI

Alfianne Lumantow • 2026-03-26 07:56:32

LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Yesaya 41 : 21-29

TEMA : KASIH-NYA MEMBAWA KABAR BAIK

 

Aku yang pertama berkata kepada Sion, "Lihatlah, mereka datang," dan Aku memberikan orang yang membawa kabar baik kepada Yerusalem (ay. 27)

 

Ceritanya begini: pada masa awal orang Israel berada di pembuangan, mereka ternyata mencari tahu: sampai kapan kira-kira masa penghukuman/penderitaan ini berlangsung? Sampai kapan mereka di pembuangan?

Menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, muncullah nabi-nabi palsu dan juru-juru tenung (peramal) yang mengatakan bahwa pembuangan ini akan segera berlalu berdasarkan mimpi yang mereka artikan (Yer 29:8-9).

Nabi-nabi palsu dan para peramal bertingkah seolah mereka dapat melihat jauh ke belakang, kepada peristiwa yang sudah terjadi.

Dan juga jauh ke Kebetulan, omong kosong depan, kepada yang akan terjadi. mereka laku, diminati oleh orang Israel di pembuangan.

Hal ini jelas semakin membuat Allah murka: bukannya mencari Allah dalam pertobatan, umat malah mencari penghiburan lewat ramalan- ramalan kosong.

 

Kabar bahwa "penderitaan ini akan segera berlalu," adalah kabar yang dinantikan oleh semua orang yang sedang menderita, seperti sakit, hidup di bawah tekanan, hidup dalam kemiskinan, tidak berpenghasilan, dll.

Persoalannya adalah bagaimana kalau ternyata Tuhan sendiri yang menentukan supaya kita perlu mengalami hal hal itu dalam waktu yang tidak sebentar? Apakah hal ini akan dianggap sebagai kabar buruk?

 

Pada umumnya, tidak ada orang yang mau menderita lama-lama. Pengalaman bangsa Israel di pembuangan mengajarkan kita, begini: hidup yang kita jalani penuh dengan berbagai kesulitan dan persoalan.

Jangan-jangan, kesulitan dan persoalan itu berubah menjadi penderitaan karena kitalah yang menamainya demikian.

Namun, jika kita menyebutnya sebagai wahana latihan mental dan pembentukan karakter, kita tidak akan menuntut kesulitan dan persoalan itu supaya cepat berlalu sebelum kita menyelesaikannya secara tuntas dan keluar sebagai pemenang.

Jadi, berita baiknya adalah "lihatlah, mereka yang diutus untuk menolong, menopang dan menguatkan datang." Amin.

 

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk tidak hanya menantikan penderitaan itu berlalu tetapi memanfaatkannya untuk latihan mental dan pembentukan karakter. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT