Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Tragedi Lebanon Selatan: Indonesia Kecam Keras Serangan Mematikan Terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL

Andria W • 2026-03-31 14:50:57

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan militer di Lebanon selatan yang menewaskan prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di bawah naungan PBB.
Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan militer di Lebanon selatan yang menewaskan prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di bawah naungan PBB.

Jagosatu.com - Pemerintah Indonesia secara resmi mengutuk keras serangan mematikan yang menargetkan konvoi pasukan perdamaian PBB di wilayah Lebanon selatan pada awal pekan.

Insiden tragis di dekat Bani Haiyyan tersebut mengakibatkan dua anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL gugur dalam tugas mulia menjaga stabilitas kawasan konflik itu.

Selain korban jiwa, serangan brutal ini juga menyebabkan dua personel lainnya menderita luka cukup serius akibat paparan langsung dari eskalasi militer setempat.

Kementerian Luar Negeri RI melalui platform media sosial resmi menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga para pahlawan perdamaian yang ditinggalkan oleh peristiwa tersebut.

Indonesia menegaskan bahwa keselamatan serta keamanan seluruh personel pasukan penjaga perdamaian PBB di zona konflik merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar.

Serangan terhadap pasukan UNIFIL ini dipandang sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional yang berlaku dan harus mendapatkan perhatian penuh dari masyarakat dunia.

Pemerintah Indonesia menilai insiden ini bukan merupakan kejadian terpisah melainkan cerminan situasi keamanan yang kian memburuk akibat operasi militer Israel di sana.

Operasi militer yang terus berlangsung di Lebanon selatan telah menempatkan para penjaga perdamaian PBB dalam risiko bahaya yang sangat nyata setiap harinya.

Jakarta menyerukan agar dilakukan penyelidikan menyeluruh serta transparan untuk mengungkap fakta lapangan terkait siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas serangan keji.

Akuntabilitas penuh harus ditegakkan bagi pelaku agar tidak ada lagi nyawa prajurit tak berdosa yang melayang saat menjalankan tugas mandat PBB tersebut.

Indonesia mendesak DK PBB melakukan pertemuan darurat guna membahas situasi genting yang terus mengancam stabilitas kawasan serta keselamatan pasukan perdamaian di lapangan.

Serangan tersebut dinilai telah melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL yang tertuang dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 bagi kedamaian di wilayah Lebanon.

Sebelumnya salah satu prajurit TNI juga telah gugur akibat tembakan artileri saat berada di sekitar posisi kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr.

Hingga saat ini tercatat sudah tiga orang prajurit Indonesia yang gugur dalam misi perdamaian tersebut sejak eskalasi konflik memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Komitmen Indonesia dalam mendukung misi perdamaian dunia merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan serta keadilan sosial abadi.

Sumber: Antara News

Editor : Andria W