Jagosatu.com - Nasa secara resmi telah memulai hitung mundur peluncuran roket besar yang akan membawa umat manusia kembali menuju orbit bulan pekan ini.
Roket Space Launch System setinggi tiga puluh dua lantai tersebut dijadwalkan meluncur pada Rabu malam dengan membawa empat orang astronaut terpilih hebat.
Misi ambisius ini menandai tonggak sejarah penting karena menjadi perjalanan manusia pertama ke bulan setelah jeda waktu selama lima puluh tiga tahun.
Kapsul Orion yang terpasang pada roket tersebut akan membawa para kru mengitari bumi selama satu hari sebelum melesat menuju orbit bulan terjauh.
Para ahli penerbangan luar angkasa menegaskan bahwa misi kali ini tidak melibatkan pendaratan di permukaan melainkan hanya melakukan putaran balik di bulan.
Perjalanan luar angkasa ini direncanakan berlangsung selama sepuluh hari penuh dan akan berakhir dengan proses pendaratan air di kawasan Samudra Pasifik luas.
Manajer proyek menyatakan kondisi roket saat ini sangat optimal setelah serangkaian perbaikan teknis dilakukan untuk memastikan keamanan total bagi seluruh astronaut tersebut.
Laporan dari tim pemantau cuaca memberikan indikasi positif bahwa kondisi iklim akan mendukung proses peluncuran roket dari markas besar pada Rabu nanti.
Misi Artemis Dua ini sebelumnya sempat tertunda peluncurannya karena adanya kebocoran bahan bakar hidrogen yang terdeteksi secara teknis pada bulan Februari kemarin.
Tim teknisi telah bekerja keras melakukan pengujian ulang guna memastikan setiap komponen vital roket berfungsi dengan baik sebelum proses peluncuran dilaksanakan nanti.
Keberhasilan misi ini nantinya akan membuka gerbang bagi eksplorasi luar angkasa lebih jauh yang melibatkan riset sains mendalam bagi masa depan umat manusia.
Sektor teknologi kedirgantaraan global terus memantau ketat proses peluncuran ini karena dampaknya sangat signifikan bagi perkembangan inovasi riset ruang angkasa dunia saat ini.
Kehadiran teknologi canggih ini memberikan inspirasi besar bagi perkembangan riset pertanian presisi berbasis satelit yang kini sangat dibutuhkan oleh para petani di Indonesia.