Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 15 April 2026,  2 Petrus 3:14-16  Berusahalah Menjadi Pelaku Firman Tuhan

Alfianne Lumantow • Selasa, 14 April 2026 - 08:14 WIB
logo gpib
LOGO GPIB
Pembacaan Alkitab : 2 Petrus 3:14-16

TEMA : BERUSAHALAH MENJADI PELAKU FIRMAN TUHAN

kamu harus berusaha, supaya kamu didapati-Nya tidak bercacat dan tidak bernoda...." (ay.14)

 

Ada orang yang pernah berkata, "Ah, itu kan hanya Firman Tuhan; jadi, seperti itu memang bunyinya: manis dan mudah diberitakan. Tetapi coba kalau sudah di jalanan, tidak berlaku lagi Firman Tuhan itu.

Hidup itu keras dan kejam." Perkataan ini pernah kita dengar, dan jika saat ini kita memberlakukan hal yang sama, Firman Tuhan yang kita baca pagi ini kiranya memperbarui diri kita.

Memang bukan hal yang mudah melakukan Firman Tuhan, tetapi bukan berarti kita tidak bisa berusaha melakukannya, karena ayat 14 mengatakan, ".. kamu harus berusaha

 

Kebangkitan Yesus Kristus memberikan dasar iman bahwa hidup kita diselamatkan, dan bacaan Alkitab pagi ini memberikan kita cara hidup sebagai insan yang diselamatkan, yaitu dengan hidup yang tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan-Nya.

Hidup yang tidak bercacat adalah hidup yang beriringan dengan pertobatan yang terus-menerus. Tidak mungkin manusia tidak pernah jatuh. Ketika kita terjatuh, hendaknya kita bangkit dan bertobat sehingga tidak sampai cacat.

Hidup yang tidak bernoda adalah hidup yang selaras dengan Firman Tuhan. Bisa jadi ada waktunya manusia tidak memahami apa maksud dan kehendak Tuhan. 

Tetapi setidaknya nilai-nilai Kristiani tetap harus dijaga dengan integritas sehingga sebagai umat beriman kita tidak sekadar mengenakan topeng rohani.

 

Jika saat ini kita hidup dalam penantian kedatangan-Nya, maka hari itu akan tiba, tetapi bukan berdasarkan perhitungan manusia.

Justru masa penantian akan hari Tuhan ini menjadi fase kesabaran Tuhan yang kita imani sebagai waktu dan kesempatan kita untuk terus-menerus menghidupi anugerah keselamatan. 

Janganlah mengabaikan kesabaran Tuhan yang terus-menerus memberikan kita kesempatan untuk bertobat dan memperbarui diri. Amin.

 

Doa: Allah Yang Mahabesar, kuasa-Mulah yang membuat segala sesuatu menjadi baru. Tuntun kami untuk tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #RENUNGAN PAGI #GPIB