TEMA : WASPADALAH AGAR JANGAN TERSESAT
"... Karena itu, waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan..." (ay. 17)
Membaca Surat Petrus yang kedua setidaknya mengingatkan kembali tentang pengajaran sesat oleh guru-guru palsu dan tentang kedatangan Hari Tuhan. Hal ini tidak hanya disampaikan kepada mereka yang belum pernah mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi terlebih khusus bagi mereka yang telah percaya, tetapi hidupnya tidak selaras dengan Firman-Nya. Sama seperti yang dituliskan di ay. 17: ". kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya." Kesesatan bukan terjadi pada mereka yang belum mengenal, tetapi pada mereka yang sudah mengetahui dan mengenal sebelumnya.
Hidup kita mesti selalu waspada terhadap kesesatan. Terseret pada kesesatan seumpama terseret arus air; jika kita tidak pandai berenang, arus itu dapat menggulung dan menenggelamkan kita.
Terseret pada kesesatan juga seumpama besi yang berkarat, yang semula hanya kecil di satu lokasi tertentu, lalu perlahan-lahan merambat dan merusak keseluruhan besi sehingga besi menjadi rapuh.
Ketika hidup kita terseret pada kesesatan, terkadang hal itu tidak kita sadari sama sekali, lalu hidup semakin menjauh dari Tuhan dan akhirnya melahirkan perkataan serta perbuatan buruk semata.
Selain sikap hidup yang waspada supaya tidak terseret dalam kesesatan dan tidak kehilangan pegangan, bacaan Alkitab kita juga menghantar pada ajakan untuk bertumbuh dalam anugerah dan pengenalan akan Tuhan.
Beriman kepada Yesus Kristus tampak dalam buah-buah kehidupan. Dalam kenyataan, banyak hal dapat menghalangi pertumbuhan iman kita.
Hama kehidupan datang silih berganti sehingga kita tidak dapat bertumbuh dengan benar, apalagi berbuah seperti yang diharapkan.
Di sinilah, hidup yang berbuahkan kebaikan menjadi tanda nyata bahwa Firman Allah sungguh- sungguh bekerja memperbarui pikiran, sikap, dan perilaku hidup kita. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, kami manusia yang lemah yang terkadang tak dapat melawan godaan dunia. Tolong kuatkan iman dan kepercayaan kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow