Pembacaan Alkitab : Yudas 1 : 14-16
TEMA : JANGAN SEPERTI ORANG FASIK
"hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik..." (ay.15)
Kita mendengar ungkapan "tak ada asap tanpa api" yang berarti kemarahan atau hukuman dijatuhkan karena ada pemicu di baliknya.
Dalam bacaan Alkitab malam ini, Yudas mengingatkan bahwa Tuhan siap menghakimi dan menghukum orang-orang fasik.
Hal ini menjadi penegasan bahwa setiap manusia tidak dapat sembarangan memilih hidup dalam kefasikan dan mengacaukan kasih karunia Tuhan dalam hidupnya karena jika itu pilihan yang diambil, ada konsekuensi yang harus dihadapi.
Seperti apakah hidup dalam kefasikan itu?
Ayat 16 memperlihatkan kepada kita: 1. Menggerutu dan mengeluhkan hidupnya;
2. Hidup menuruti hawa nafsu;
3. Mulut mengeluarkan perkataan congkak;
4. Menjilat orang untuk mendapatkan keuntungan.
Ada persoalan di tengah jemaat yang dihadapi Yudas kala itu, dan persoalan juga dihadapi manusia masa kini karena rentetan perbuatan fasik itu masih kita lihat dalam kehidupan sekarang.
Perbuatan-perbuatan ini menjauhkan kita dari kehendak Allah. Hidup yang menggerutu hanya akan memperlihatkan rasa tidak puas atau meremehkan cara kerja Tuhan. Hidup yang menuruti hawa nafsu hanya akan memaklumkan kesalahan-kesalahan yang kita perbuat.
Hidup dengan perkataan congkak hanya akan merendahkan diri sendiri dan tidak menghargai kebesaran Firman. Hidup yang menjilat orang hanya akan melahirkan kemunafikan dan memekarkan kebohongan.
Dalam terang kebangkitan Yesus Kristus, renungan ini membawa kita pada pertanyaan: apakah hidup kita dipenuhi keluhan atau pengharapan akan kuasa-Nya?
Apakah perkataan kita membangun atau justru melukai, sama seperti mereka yang telah melukai Yesus di kayu salib? Apakah kita memperjuangkan iman memaklumkan perbuatan jahat?
Melalui kuasa kebangkitan Kristus, kita dimampukan untuk meninggalkan kehidupan lama dan hidup sebagai pribadi yang bersyukur, rendah hati, dan setia. Amin.
Doa: Allah Maharahim, ketika hidup kami penuh gerutu dan keluh kesah, ampunilah kami yang tak mampu bersyukur. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow