Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 24 April 2026, Mazmur 119:65-68  Kebaikan Tuhan Membentukku

Alfianne Lumantow • Rabu, 22 April 2026 | 13:46 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Mazmur 119: 65-68

TEMA : KEBAIKAN TUHAN MEMBENTUKKU

Engkau baik, dan berbuat baik; ajarilah aku ketetapan- ketetapan-Mu (ay.68)

 

Bacaan kita hari ini, Mazmur 119:65-68 menegaskan bahwa hidup orang percaya berada dalam tangan Tuhan. Pemazmur bersaksi bahwa Tuhan telah berbuat baik kepadanya.

Kebaikan Tuhan bukanlah sekadar perasaan nyaman atau keadaan hidup yang selalu menyenangkan, melainkan tindakan Tuhan yang setia membentuk kehidupan melalui firman dan karya-Nya.

 

Manusia sering menilai kebaikan Tuhan dari hal yang terlihat, seperti keberhasilan, kesehatan, atau kelancaran hidup.

Namun Pemazmur memiliki pemahaman iman yang lebih dalam, yaitu ketika la menyadari bahwa sekalipun pernah tersesat dan mengalami tekanan, namun Tuhan dapat memakai semuanya untuk membawa kembali dirinya kepada firman.

Dalam ayat 67 ia mengakui, sebelum direndahkan la menyimpang, tetapi melalui pengalaman itu ia belajar taat. Penderitaan bukanlah tujuan Tuhan, tetapi sarana pembentukan agar bertumbuh dalam ketaatan.

Pemazmur juga menyatakan keyakinannya bahwa Tuhan itu baik. Dari keyakinan inilah lahir doa dari kerendahan hati: "Ajarilah aku ketetapan-ketetapan-Mu (ayat 68)." Kebaikan Tuhan selalu diiringi dengan pengajaran. 

Tuhan tidak membiarkan umat-Nya berjalan tanpa arah, melainkan menuntun mereka agar hidup semakin serupa dengan kehendak-Nya.

 

Firman mengajar kita untuk melihat kembali perjalanan hidup kita. Pengalaman suka maupun duka, keberhasilan maupun kegagalan, semuanya dapat menjadi alat pembentukan di tangan Tuhan.

Dalam persekutuan, pelayanan, dan kesaksian, kita dipanggil untuk percaya bahwa Tuhan sedang membentuk karakter, iman, dan kesetiaan kita.

Akhirnya renungan ini mengajak kita tidak hanya bersyukur saat hidup terasa baik, tetapi juga hidup taat ketika menghadapi tekanan.

Kebaikan Tuhan yang sejati membentuk kita menjadi pribadi yang semakin dewasa dalam iman, setia pada firman, dan siap dipakai menjadi berkat bagi sesama serta kemuliaan bagi nama-Nya. Amin.

 

Doa: Tuhan terima kasih firman-Mu mengingatkan kami bahwa kebaikan Tuhan dalam kuasa-Mu membentuk kami sebagai orang percaya yang selalu taat seturut kehendak-Mu. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT