Pembacaan Alkitab : Ratapan 3:21-22
TEMA : KEADILAN TUHAN YANG TIDAK PANDANG BULU
Berteriaklah kepada Tuhan untuk pengampunan dan keadilan-Nya.
Biarlah segala kejahatan mereka datang ke hadapan-Mu, dan perbuatlah kepada mereka, seperti Engkau telah perbuat kepadaku oleh karena segala pelanggaranku; karena banyaklah keluh kesahku, dan pedih hatiku." (Ay. 22)
Pada umumnya, ada spekulasi bahwa yang Preligiusitasnya tinggi adalah orang-orang yang dekat dengan Tuhan dan tidak akan tertimpa hukuman Tuhan.
Religiusitas tinggi artinya konsistensi dan komitmen yang kuat untuk menjalankan kewajiban- kewajiban agama. Agama dan Tuhan adalah dua hal yang berbeda tetapi saling berhubungan.
Tuhan menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui berbagai cara, salah satunya agama. Tugas agama adalah menuntun manusia kepada Tuhan melalui beragam ibadah yang bersifat ritual dan aktual.
Orang yang rajin menjalankan kewajiban beragama belum tentu lepas dari hukuman karena Tuhan memperhatikan dan menilai kehidupan orang bukan hanya dari sisi agama, tetapi juga dalam kehidupan sosial bahkan sampai kehidupan pribadi orang tersebut.
Dalam pembacaan Alkitab hari ini, penulis Kitab Ratapan mengungkapkan penderitaannya kepada Tuhan. la mengenal dan mengetahui perintah-perintah Tuhan.
Namun, kenyataan hidup begitu menyesakkan bagi penulis Kitab Ratapan. Ia merasakan kebencian dan ketidakadilan dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia tahu bahwa semua itu datang dari Tuhan (Ay. 21).
Tuhan adalah sumber dari segala pengalaman bagi penulis Kitab Ratapan. Namun, Tuhan tidak sedang gabut atau iseng saat ia memberikan pengalaman pahit kepada seseorang.
Ada pengajaran yang hendak Tuhan sampaikan kepada penulis Kitab Ratapan. Tuhan menginginkan penulis Kitab Ratapan untuk bertobat dari pelanggaran-pelanggaran yang ia lakukan.
Firman Tuhan hari ini juga berlaku bagi kita. Jangan kita lalai dan berpikir bahwa Tuhan menilai kesetiaan kita hanya bergantung dari kewajiban-kewajiban agama.
Perkataan dan tindakan kita setiap hari jadi data bagi Tuhan untuk menilai. Keadilan Tuhan tidak pernah pandang bulu, la mengajar kita dengan segala cara, bahkan cara yang terburuk sekalipun. Amin
Doa: Tuhan Allah, ajar aku mengerti setiap kepahitan yang aku alami. Tuntun aku untuk mengerti pengajaran-Mu dalam hichipku Tuhan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow