Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 25 April 2026, Ratapan 3:23-24  Memilih Tuhan Sebagai Harapan

Alfianne Lumantow • Rabu, 22 April 2026 | 14:01 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Ratapan 3:23-24

TEMA : MEMILIH TUHAN SEBAGAI HARAPAN

"TUHANIah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada- Nya" (ay.24)

 

Bacaan kita malam hari ini mengungkapkan pengakuan iman yang lahir dari kedalaman penderitaan. Setelah mengakui bahwa kasih setia Tuhan tidak berkesudahan, penulis Ratapan melanjutkan dengan kesaksian yang penuh keyakinan: "Selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu! TUHANlah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya".

Harapan disini bukanlah hasil dari situasi yang membaik, melainkan pilihan iman untuk bersandar sepenuhnya kepada Tuhan.

 

Setiap pagi selalu baru menunjukkan bahwa rahmat Tuhan tidak pernah usang. Kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada keberhasilan atau kegagalan manusia.

Dalam realitas hidup yang sering berulang dengan masalah yang sama, firman ini meneguhkan bahwa Tuhan terus menyediakan kekuatan yang baru untuk menjalani hari demi hari. Kesetiaan-Nya menjadi dasar yang kokoh bagi umat yang lemah dan letih.

 

Pernyataan "TUHANlah bagianku" menandakan sebuah keputusan hidup. Penulis Ratapan memilih TUHAN sebagai sumber harapan, bukan harta, bukan kekuasaan.

Ketika semua hal lain dapat runtuh dan hilang, Tuhan tetap menjadi bagian yang tidak tergantikan. Inilah iman yang dewasa: berani menggantungkan masa depan kepada Tuhan yang setia.

 

Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa kembali kepada siapa atau kepada apa kita menggantungkan harapan? Dalam pergumulan hidup, pelayanan, dan kesaksian di tengah dunia, kita sering tergoda mengandalkan kemampuan sendiri.

Namun firman Tuhan memanggil kita untuk memilih TUHAN sebagai harapan utama dan satu-satunya.

 

Sebagai persekutuan umat, memilih Tuhan sebagai harapan juga berarti hidup dalam kepercayaan. Kita berjalan bersama, saling menguatkan, dan melayani dengan keyakinan bahwa Tuhan setia memimpin gereja-Nya.

Ketika Tuhan menjadi bagian hidup kita, harapan tidak lagi rapuh, sebab berakar pada kesetiaan Allah yang besar dan tak tergoyahkan. Amin.

 

Doa: Terima kasih Tuhan, Firman-Mu mengingatkan kami agar selalu ada dalam kuat kuasa-Mu, karena itulah yang menuntun hidup kami. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT