Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 April 2026, Roma 12:13-14  Pengampunan Yang Membebaskan

Alfianne Lumantow • Senin, 27 April 2026 | 10:45 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Roma 12:13-14

TEMA : PENGAMPUNAN YANG MEMBEBASKAN

Mengampuni bukan melupakan luka, tapi melepaskan diri dari racun baka.

Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! (ay.14)

 

Maiti Gidanner adalah seorang pianis berbakat asal Perancis yang menjadi korban penyiksaan Nazi pada masa PD II.

Pada tahun 1943, Girtanner muda ditangkap oleh tentara Nazi dan mengalami penyiksaan yang mengerikan. Leo, seorang dokter muda Nazi menyiksa Girtanner sedemikian rupa hingga ia tidak bisa berdiri dan mengalami kerusakan sistem saraf pusat.

Kondisi ini membuat Girtanner kehilangan kemampuannya untuk kembali bermain piano, satu-satunya keahlian yang ia cintai.

Setelah perang usai, Girtanner berjuang dengan kondisi fisiknya sekaligus kondisi kesehatan mentalnya. Ia berjuang untuk dapat mengampuni Leo yang meninggalkan jejak kekejaman dalam tubuh dan hati Girtanner.

 

Tanpa diduga, kurang lebih 40 tahun kemudian, Leo menghubungi Girtanner dan meminta untuk bertemu dengannya. Ternyata, Leo yang sudah tua menderita penyakit terminal.

Leo meminta pengampunan dari Girtanner agar ia dapat menghadapi penyakitnya dengan tenang. Ketika bertemu dengan Leo, Girtanner segera memeluk Leo, menciumnya, dan memaafkannya.

Di kemudian hari, Girtanner mengatakan, bahwa tindakan pengampunan adalah tindakan yang membebaskan, "Memaafkan dia membebaskan saya".

 

Mengampuni bukanlah upaya melupakan kejahatan yang kita terima atau bahkan membenarkan tindakan pelaku kejahatan.

Mengampuni adalah tindakan mentransformasi perasaan marah, dendam, dan benci menjadi kasih dan berkat.

Mengampuni bukanlah sebuah tindakan instan, mengampuni adalah proses yang membutuhkan waktu untuk menjadi pulih.

 

Sobat Muda, jika hari ini kamu sedang kesulitan untuk mengampuni orang lain, berdoalah agar belas kasih Allah menyapamu dan membalut luka hatimu, agar kamu dapat bertransformasi dari korban menjadi pengampun.

Mengampuni bukanlah bentuk kelemahan melainkan kedewasaan iman dan emosional. Ingatlah perkataan Girtanner, "Memaafkan dia, membebaskan saya"  Amin.

 

Doa: Bapaku, balulah luka hatiku dan mampukan aku mengampuni mereka yang melukaiku. Amin..

 

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian