Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 29 April 2026, Roma 12:16-18  Sehati Sepikir Dalam Hidup Bersama

Alfianne Lumantow • Senin, 27 April 2026 | 10:52 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Roma 12:16-18

TEMA : SEHATI SEPIKIR DALAM HIDUP BERSAMA

"Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama;...." (ay.16)

Dalam KBBI, kata "sehati sepikir" berarti bersatu hati, seia sekata. Pengertian ini hendak atau dalam satu kesepakatan. menggambarkan upaya bersama untuk menciptakan keselarasan, keharmonisan dan kebersamaan.

Sedangkan dalam bahasa Yunani, "sehati sepikir" berarti "memiliki pikiran yang sama" atau "berpikir hal yang sama." Akan tetapi, "sama" di sini tidak berarti keseragaman, melainkan kepentingan bersama untuk menjadi satu.

Maksud utamanya seperti yang Paulus katakan di Filipi 2:2, "...dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan," dan di Efesus 4: 4-6, "satu tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua."

 

Rasul Paulus menulis, "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama." Ungkapan sehati sepikir tidak berarti bahwa orang percaya harus memiliki pendapat yang sama, tetapi "memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (Flp. 2:5).

Paulus menyadari bahwa kendati jemaat di Roma adalah jemaat yang berkembang pesat, mereka juga mengalami berbagai hambatan internal.

Berbagai karunia rohani dan latar belakang sosial budaya sering kali menjadi penghalang bagi mereka untuk sehati sepikir. Karena itu, Paulus memotivasi mereka untuk hidup rendah hati satu sama lain.

 

Saudaraku, artikel rohani berjudul "This Day With God" mengingatkan: "Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk persatuan dan berdoalah untuk hal itu, serta kerjakanlah itu dalam kehidupan rohani kita."

Artikel ini menegaskan bahwa persatuan adalah proses berkelanjutan. Untuk mencapainya, dibutuhkan kesadaran dan kesediaan.

Jika kita mau persekutuan kita maju dan berkualitas, marilah kita memelihara hati yang sehati sepikir, hidup dalam damai, saling merendahkan diri dan berhenti menyombongkan diri.

 Bukankah apa yang kita miliki berasal dari Tuhan? Mari gunakan untuk kemuliaan-Nya. Amin.

 

Doa: Tuhan anugerahkanlah kami kerendahan hati untuk memelihara kesatuan dan memajukan persekutuan. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT