Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 April 2026, Roma 12:19-20  Pembalasan Adalah Hak Allah

Alfianne Lumantow • Selasa, 28 April 2026 | 10:07 WIB
logo gpib
LOGO GPIB
Pembacaan Alkitab : Roma 12:19-20

TEMA : PEMBALASAN ADALAH HAK ALLAH

Allah berhak melakukan pembalasan, sekaligus membawa pertobatan

"...Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." (ay. 19)

Sobat Muda, induknya Lihatlah seekor anak ayam yang sedang diasuh oleh induknya. Lihatlah apa yang akan terjadi.

Jika seseorang mengambil seekor anak ayam dari induknya, sang induk akan melihatnya sebagai ancaman besar dan akan bersikap agresif.

Tidak peduli seberapa besar dan kuat musuh yang mengambil anaknya, sang induk akan segera mengepakkan sayapnya lalu menyerang dan bahkan mengejar musuhnya.

 Secara alami sang induk sadar bahwa ia memiliki tugas untuk melindungi dan membela anak-anaknya.

 

Tampaknya ilustrasi di atas tepat untuk menjadi kerangka memahami teks Alkitab hari ini. Pembalasan Allah terhadap pihak yang menyakiti anak-anak-Nya harus dilihat dalam kerangka betapa besamya kasih Allah kepada anak-anak-Nya.

Teks ini bukan sedang mencitrakan Allah sebagai Allah yang menyimpan dendam dan kesumat, seakan-akan Allah adalah Allah yang haus akan darah dan pembalasan.

Tindakan pembalasan Allah didasari pada rasa kasih dan sayang kepada anak-anak-Nya. Persis seperti seekor induk ayam yang bersikap agresif dengan tujuan melindungi anak-anaknya dari ancaman, bukan dengan tujuan menyerang. Demikian jugalah Allah membela dan melindungi anak-anak-Nya.

 

Maka tugas kita sebagai anak-anak-Nya bukanlah melakukan pembalasan, sebaliknya Allah memerintahkan kita untuk mengasihi musuh yang menyakiti kita.

Upaya diri untuk melakukan pembalasan hanya akan semakin membuka lebar luka yang kita miliki. Bagi Rasul Paulus, cara terbaik untuk menyingkirkan musuh adalah dengan menampilkan kasih yang akan menggiring musuh pada pertobatan.

 

Sobat Muda, siapkah mengasihi musuh yang menyakiti kita? Jika iya, segeralah mengambil keputusan dan tindakan untuk menampilkan kasih.

Kemudian, bersiaplah untuk melihat anugerah Allah yang bekerja, bukan sekadar untuk melakukan pembalasan tetapi membawa musuh kita pada pertobatan. Amin.

 

Doa: Bapa Maha Kasih, aku rindu melihat pertobatan di dalam diri mereka yang telah menyakiu aku. Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian