Pembacaan Alkitab : Roma 12:19-20
TEMA : JANGAN MENGAMBIL HAK-KU
"...Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." (ay. 19)
Mengapa orang beriman terkadang meminta kepada Tuhan agar membalas kejahatan yang dilakukan orang terhadapnya? Tidak lain karena ia meyakini bahwa Tuhan adalah satu-satunya Hakim yang adil dan yang dapat membela penderitaannya. Tuhan-lah yang berwenang untuk menghukum setiap orang jahat sesuai dengan perbuatannya.
Bacaan kita mengungkapkan bahwa "Pembalasan adalah hak Tuhan." Dalam bahasa Ibrani, kata pembalasan berarti menghukum atau memberikan hukuman.
Kata ini dapat berarti membalas kerugian dengan kerugian yang lebih besar, di mana pembalasan tersebut berasal dari permusuhan.
Ketika Paulus menerapkan makna ini pada ayat 19, maka hak untuk membalas adalah milik Tuhan. Dia-lah yang pada akhirnya akan membalas.
Itu berarti tidak ada pelanggaran yang dibiarkan Tuhan tanpa hukuman. Tuhan akan menghakimi setiap orang sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya.
Tuhan memang Maha pengasih dan Maha pengampun, namun Dia juga adil dan menghendaki manusia bertobat.
Pembalasan yang Tuhan lakukan harus diartikan: (1) Bukan karena la tidak lagi menyayangi umat-Nya, sebab pembalasan-Nya adalah atas dasar kasih dan keadilan. la mau agar semua orang kembali ke jalan yang benar.
(2) Pembalasan Tuhan hendak mengingatkan kita tentang konsekuensi dan dampak dari perbuatan yang kita lakukan.
Saudaraku, mari berusaha hidup dalam damai sejahtera Kristus. dendam, apalagi merancangkan Jangan memelihara pembalasannya. Ingatlah, Tuhan tahu cara yang tepat untuk mendidik orang jahat.
Tugas kita adalah tetap mengasihi dan mendoakan. Barangsiapa berusaha membalas dendam kepada orang lain, ia mencuri hak mutlak Tuhan sebagai Hakim yang benar.
Mari meneladani Yesus:"Ketika la dicaci maki, la tidak membalas dengan mencaci maki... tetapi la menyerahkan-Nya kepada Dia yang menghakimi dengan adil." (1 Pet. 2: 23). Amin.
Doa: Ya Tuhan, jauhkanlah kami dari sikap dendam dan dari melakukan pembalasan kepada siapa pun. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow