Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 6 Mei 2026, Kidung Agung, 7:1-5  Kebangkitan Kristus  Penuh Kekaguman

Alfianne Lumantow • Senin, 4 Mei 2026 | 13:20 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 7: 1-5

TEMA : KEBANGKITAN KRISTUS PENUH KEKAGUMAN

"Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; raja tertawan pada kepang-kepangnya" (ay.5)

Kagum. Apakah itu? KBBI mendefinisikan sebagai perasaan heran bercampur pujian atau tercengang terhadap sesuatu. Rasa kagum biasanya dipicu oleh melihat pemandangan alam yang spektakuler, karya seni, kejeniusan, dan lain sebagainya. 

Singkatnya, kekaguman adalah emosi positif yang menggerakkan seseorang untuk mengakui nilai, keagungan, atau keunggulan dari suatu objek atau orang.

 

Nas ini memperlihatkan pujian mempelai laki-laki pada kemolekkan kekasihnya. Ia kagum terhadap kekasihnya, tidak hanya pada aspek moral-etika yang baik (5:16, "tutur katanya manis semata"), tetapi kini 'fisik dari kaki sampai kepala.

Baginya tubuh kekasihnya indah bak karya lukisan tangan seniman, bahkan indahnya ciptaan Tuhan, seperti bunga bakung, rusa atau anak kijang kembar, telaga di Hebron, dan hidungnya seperti menara di Libanon: betapa cantik kekasihnya yang berhidung mancung itu.

Hal ini membuatnya kagum serta jatuh cinta padanya. Pujian mempelai lelaki ini merupakan ekspresi totalitas cinta kepada gadisnya. Bagi dia, segala hal dalam diri kekasihnya adalah indah.

Cinta memang selalu melihat keindahan dan kebaikan dalam diri seseorang yang dicintai.

 

Demikianlah kita 'sang gadis' di mata Allah 'mempelai lelaki. Segala yang ada pada kita adalah indah dan mulia (Yes 43:4). Totalitas cinta itu juga yang membuat la memberikan nyawa-Nya.

Seberapa kelam pun masa lalu kita, sedalam apa pun kita telah terjatuh, dan seberat apa pun beban yang menekan hidup, Allah tetap melihat kita sebagai yang indah dan mulia.

Sebab kuasa kebangkitan-Nya memulihkan, membarui, memelihara keindahan dan kemuliaan kita yang ada sejak dia mencipta kita.

Oleh sebab itu, hiduplah di hadapan Allah sesuai dengan siapa kita di mata-Nya. Berjalanlah dalam terang kebangkitan-Nya, dan pancarkan kemuliaan kasih Kristus yang mengagumkan itu kepada dunia. Amin.

 

Doa: TUHAN Yesus, kami bersyukur, kebangkitan-Mu telah memulihkan kami sehingga kami dapat menjalani hidup yang baru, selaras kasih dan kemuliaan-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT