Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 6 Mel 2026,  Kidung Agung 7:6-10  Umat Berkarakter Kristus

Alfianne Lumantow • Senin, 4 Mei 2026 | 13:24 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 7:6-10

TEMA : UMAT BERKARAKTER KRISTUS 

"Tinggi badanmu seperti pohon kurma dan buah dadamu gugusan buahnya" (ay.7)

 "Kecantikan adalah suatu kenikmatan; sesuatu yang sama sederhananya dengan kelaparan. Di sana benar-benar tidak ada hal yang bisa dikatakan, seperti keharuman bunga mawar yang hanya bisa kamu cium" (Somerset Maugham, Penulis Inggris).

Kecantikan disamakan dengan kelaparan, sebuah dorongan dasar manusia la bukan kemewahan intelektual, tetapi kebutuhan batin. Secara kodrati manusia merindukan keindahan seperti ia merindukan makanan.

 

Sungguh romantis syair cinta kedua mempelai ini. Mempelai laki- laki memuji cantik kekasihnya, tubuhnya bagaikan pohon kurma, buah dadanya gugusan-gugusannya Pohon kurma yang usianya mencapai 100 tahun.

Sangat tinggi, mencapai, 20-30 m, dan orang mengambil buahnya dengan cara memanjatnya (Sumber: geogle)- Di Alkitab BIS tertulis. "Tubuhmu seanggun pohon kurma" (ay.7). Kata "seanggun" (dari: anggun): elok, halus, sopan, berwibawa, dan menenangkan.

Ada keselarasan sikap batin dan ekspresi lahiriah; bukan hanya soal rupa, melainkan cara hadir, berbicara, bersikap, dan menempatkan diri (Kamus daring BI).

 

Ungkapan-ungkapan yang penuh keintiman ini merupakan gambaran betapa hati Allah penuh kehangatan dan kedekatan yang sedemikian erat merangkul hidup kita, kekasih-Nya. Kita ada dihati- Nya, dicintai dengan apa adanya, lahir dan batin.

Cinta Nya tidak bergantung pada apa yang kita lakukan bagi-Nya atau siapa kita di mata diri kita sendiri dan sesama, tetapi semata-mata karena makna dan siapa kita bagi-Nya.

 

Allah selalu hadir. la selalu dekat. Hidup kita ini penting bagi-Nya. Mari biasakan diri kita dengan cara pandang Allah itu, sehingga kita pun percaya diri dan menemukan makna diri di dalam Dia.

Kasih Kristus bukanlah kasih yang dangkal. la rindu membawa kita masuk jauh ke dalam cinta-Nya, sehingga kita hidup dan bertumbuh dalam kemuliaan, kehormatan, kebaikan, dan kekudusan-Nya

 

Kiranya kebangkitan Kristus menjadi tanda kasih-Nya membang- kitkan karakter kita untuk hidup memuliakan Dia. Amin

 

Doa: TUHAN Yesus, kami bersyukur, jadikanlah kami murid yang berkarakter-Mu dalam kehadiran kami di tengah masyarakat dan dunia. Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT