Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 8: 3-4
TEMA : CINTA YANG TAK BISA DIKENDALIKAN
Cinta adalah anugrah, siapa bisa menjaga cinta yang dia terima, akan merasakan indahnya anugrah itu.
Tiba-tiba cinta datang kepadaku, saat kumulai mencari cinta. Tiba-tiba cinta datang kepadaku, kuharap dia rasakan yang sama.
D atas adalah penggalan lirik lagu dari Maudy Ayunda berjudul tiba-tiba cinta. Dengan nada ceria, kita melihat bagaimana dia merasakan kebahagiaan karena cinta yang datang tanpa diduga atau direncanakan.
Sering kali begitulah pengalaman mencintai, kita tidak dapat memilih kepada siapa atau kapan kita akan jatuh cinta. Namun, jika di dalam lagu di atas perasaan itu membawa bahagia, pada bacaan kita justru cinta yang datang tiba-tiba membawa pada kekesalan.
Kenapa bisa demikian? Kalau kita membaca tiap pasal akan kita lihat sebuah pola di mana cinta kasih antara mempelai pria dan perempuan tidaklah selalu mulus-mulus saja.
Sering kali mereka harus terpisah meskipun sempat bertemu lagi. Setiap perpisahan itu membawa pada rasa sakit, yang justru semakin besar karena besarnya juga rasa cinta yang dimiliki.
Sering kali kita pun terjebak dalam kondisi dan keadaan yang seperti itu. Kita tidak bisa menentukan kepada siapa kita akan jatuh cinta dan kapan waktunya.
Di kitab ini, kita melihat mempelai terus menerus menyumpahi Yerusalem tempat tinggalnya karena sakit cintanya. Bukankah kita juga seringkali seperti itu?
Menggunakan alasan cinta yang tak bisa dikendalikan sebagai pembenaran akan sikap kita yang buruk kepada orang lain.
Memang cinta tidak bisa dikendalikan, tetapi sikap kita akan cinta itu bisa bahkan perlu kita kendalikan. Kita bisa menjadikan cinta sebagai alasan untuk menjadikan diri kita lebih baik dan menjauhi perilaku buruk.
Cinta bisa menjadi alasan kita untuk semakin dekat dengan Tuhan. Sehingga, cinta bisa menjadi alat untuk kita semakin jadi berkat. Amin.
Doa: Tuhan, ajarlah aku untuk mengendalikan diriku, sehingga cinta yang Engkau berikan tidak merugikan orang lain. Amin
Editor : Alfianne Lumantow