Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 9 Mei 2026, Kidung Agung 8:8-10  Kebangkitan Yesus Menguatkan Identitas UmatNya

Alfianne Lumantow • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:23 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 8:8-10

TEMA : KEBANGKITAB YESUS MENGUATKAN IDENTITAS UMAT-NYA

“Aku adalah tembok dan buah dadaku bagaikan menara. Pada waktu itu di matanya aku bagaikan orang yang telah mendapat damai sejahtera”(ay.10)

Belakangan ini banyak orang tidak mengenal lagi siapa dirinya, apa nilainya, bahkan untuk apa ia hidup. Duni terus memberi label:  gagal, tidak cukup baik, kurang layak, dan berdosa.

Menghadapi kenyataan ini diakui, tanpa identitas kuat manusia mustahil kuat, goyah, takut, dan kehilangan arah hidup.

 Kiranya nas yang dikaitkan terang tema ini, sedikit membantu kita melihat krisis identitas yang melanda kita.

 

Pada ayat 8, mendapat referensi tentang seorang “adik perempuan”yang belum siap untuk dinikahkan, sementara gadis utama menghadapi kebingungan sebagaimana diutarakan dalam pertanyaan, “Apakah yang kami perbuat dengan adik perempuan kami?”

Situasi tersebut menggambarkan krisis identitas, yaiut ketidakjelasan identitas atau pengaburan yang terjadi karena adanya tekanan untuk menyesuaikan keadaan.

Dalam kondisi ini, rekasi sang gadis menolak terjadi pemaksaan, ia membela adiknya yang belum siap (ay.9).

 

Lalu ia berkata, “Aku adalah tembok,”suatu sikap memberi perlindungan, keteguhan dan kejelasan batas; penerimaan diri utuh dijelaskan dengan “… buah dadaku bagaikan menara… aku bagaikan orang yang mendapat damai sejahtera..”

Pernyataan ini bentuk kedewasaan, keteguhan, dan kesadaran akan identitas diri. Sang gadis tidak lagi ragu pada dirinya.

Ia tahu siapa dirinya, dan bagaimana menanggapi kekasihnya demi kebersatuan yang menghadirkan damai sejahtera. Inilah ekspresi identitas dirinya yang sejati.

Yesus yang bangkit berdiri di hadapan para murid dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu”(Luk.24:36). Di sini damai sejahtera telah menjadi sebuah identitas baru bagi orang percaya.

 

Kebangkitan Kristus memperkuat identitas kita. Kita menjadi pribadi yang utuh dan pembawa damai. Mari hadir sebagai teladan lewat berita damai Kristus demi kebaikan dunia. Amin.

                       

Doa : Ya TUHAN Yesus, kbangikitan-Mu menguatkan kami menjadi manusia baru yang memberitakan damai sejahtera-Mu bagi dunia. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT