Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 11 Mei 2026, Wahyu 2:1-7  Merawat Kekuatan Kasih

Alfianne Lumantow • Jumat, 8 Mei 2026 | 11:46 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Wahyu 2:1-7

TEMA : MERAWAT KEKUATAN KASIH

Meskipun demikian, Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. (ay. 4)

Dari firman Tuhan yang disampaikan kepada Jemaat di Efesus (2:1-7, kita belajar tentang hal pentingnya kasih yang tulus, kasih yang tanpa pamrih dan ksih yang rela berkorban.

Firman Tuhan kepada Jemaat Efesus, memuji mereka: “Aku tahu segala pekerjaanmu, baik jerih payahmu, maupun ketabahanmu … “(ayat 2).

Pujian ini diberi, karena Jemaat di Efesus merupakan kelompok orang percaya yang bekerja keras dan penuh ketabahan. Mereka selalu menunjukkan ketekunan dan kesabaran dalam menanggung penderitaan.

Namun di balik pujian itu, Tuhan tetap mengkritik sikap hidup jemaat Efesus, yang telah kehilangan kasih yang semula (lihat ayat 4).

Yang dimaksud dengan kasih yang semula adalah kasih yang lahir dari iman, yang dinyatakan dalam relasi terhadap Tuhan dan sesame dalam ketulusan.

Seruan pertobatan pun dismpaikan kepada jemaat Efesus (ayat 5), agar mereka kembali membangun kehidupan di kasih yang sesungguhnya.

 

Tidak berkompromi dengan kejahata, bekerja dengan tekun dan selalu tabah menghadapi berbagai permasalahan yang hadir dalam hidup, merupakan sikap yang baik dan terpuji.

Namun apalah arti semuanya itu, jika kita kehilangan kasih di dalam diri, sebagaimana pesan Pastoral Paulus kepada Jemaat di Korintus: “lakukanlah segala pekerjaanmu, dalam kasih” (1 Kor 16:14).

Kasih merupakan  komponen yang sangat urgen dalam setiap tindakan yang dilakukan umat Tuhan; karena di dalam kasih terdapat kerendahan hati, pengampunan dan pengorbanan yang besar.

 

Belajar dari Wahyu kepada Jemaat di Efesus, mari kita jalani semua rutinitas di hari yang baru ini, dengan semangat melakukan segala hal yang terkait bagi Tuhan dan sesama; dalam kasih yang tulus, tanpa pamrih dan rela berkorban; dalam spirit pertobatan yang sungguh.

 

Doa : Bapa, ajarlah kami untuk hidup di dalam kasih yang tulus. Terpujilah Engkau Tuhan, yang mengasihi kami. Amin.

 

 

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT