Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 12 Mei 2026, Wahyu 2:12-17  Bijak Dalam Beriman

Alfianne Lumantow • Jumat, 8 Mei 2026 | 11:57 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Wahyu 12:12-17

TEMA : BIJAK DALAM BERIMAN

Sebab itu, bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera dating kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang dimulut-Ku ini (ay.16).

 

Tuhan mencelah jemaat Pergamus; karena penyimpangan ajaran Firman Tuhan kepada ajaran Bileam. Untuk mendapat penjelasan lengkap tentang siapa Bileam yang disebutkan di ayat 14, kita dapat membacanya secara lengkap di kitab Bilangan pasal 22.

Beberapa rasul Tuhan dalam Perjanjian Baru, juga mengkritik ajaran Bileam  yang berkembang di tengah persekutuan umat Tuhan.

Dalam 2 Petrus 2:15, dijelaskan bahwa ajaran Bileam dikaitkan denga sekte yang mengajarkan tentang keserakahan dan kesombongan yang dalam Wahyu 2:14.

Ajaran Bileam disebut sebagai sekte yang memakan makanan persembahan bagi berhala dan dan berzinah.  Ajaran Bileam adalah sebuah ajaran sesat yang berorientasi pada pemuasan birahi dan pementingan diri.

Selain ajaran Bileam, di Pergamus juga terdapat ajaran Nikolaus yang dibenci Tuhan, karena mengajarkan tentang percabulan dan hidup di dalam kenikmatan duniawi (ayat 15).

 

Pergumulan lain yang dihadapi umat adalah maraknya penyembahan kepada dewa Zeus. Dionisos dan Aeskulapius serta pengkultusan kepada Kaisar Romawi selaku “tuhan”.

Di ayat 13, disebutkan nama Antipas, seorang yang setia dalam iman kepada Tuhan, yang mati dalam kekejaman Kaisar.

Tuhan meminta Jemaat ini untuk bertobat, karena telah memberi ruang pada ajaran Bileam dan Nikolaus dalam persekutuan.

 

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, telah muncul dalam bentuk lain dari ajaran Bileam maupun Nikolaus, yang melegalkan manusia untuk mementingkan diri sendiri>

Dan menghalalkan segala cara, agar manusia  yang berupaya untuk mengkultuskan diri seperti Kaisar, yang menganggap dir ‘tuhan’ atas sesamanya. Janganlah tersesat!.

 

Doa : Tuhan, damping kami menghadapi segala ajaran yang ingin menghancurkan iman kami. Terpujilah Tuhan yang melindungi kami. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT