Pembacaan Alkitab : Wahyu 2:18-28
TEMA : TUHAN MELIHAT HATI BUKAN PENAMPILAN
Aku tahu segala pekerjaanmu: Baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketabahanmu. Aku tahu bahwa pekerjaanmu yang terakhir, lebih banyak daripada yang pertama (ay. 19).
Jemaat di Tiatira adalah Jemaat yang mendapat pujian dari Tuhan. Bukan hanya pujian atas pekerjaan, kasih, iman, pelayanan dan ketabahan yang baik, namun Tuhan juga memuji pekerjaan yang menunjukkan progress yang luar biasa.
Terdapat peningkatan yang signifikan, bahwa pekerjaan (baca : pelayanan dan persekutuan, yang saat ini, lebih baik dari pelayanan yang sebelumnya mereka bangun.
Namun, di ayat 20 Tuhan tetap menegur jemaat Tiartira, kerika sebagian dari mereka, mentolerir hal-hal yang yang tidak benar, yaitu melalukan penyembahan kepada berhala, hingga kebablasan.
Pembiaran terhadap dosa, pastinya akan merusak persekutuan, karena itu, Tuhan harus bertindak. Hal ini menunjukan bahwa Tuhan sangat konsisten dan objektif di dalam menilai, karena yang Tuhan nilai adalah hati.
“Ïzabel” disebut sebagai perempuan yang telah menyesatkan hamba-hamba Tuhan (ayat 20); mengacu kepada kisah Izabel istri Ahab, raja Israel; yang telah membawa pengaruh agama asing di dalam Kerajaan Israel, yaitu penyembahan kepada Baal dan Asera.
Terdapat pula pada kisah yang paling dramatis dalam Alkitab, ketika Izabel merancang kematian Baboth, seorang petani yang menolak menjual tanahnya kepada raja Ahad (1 Raja-raja 21).
Figur Izabel yang licik, menupulatif dan penyembah berhala, digunakan Tuhan untuk mengoreksi perilaku sebagian jemaat di tiartira yang hidupnya telah jauh dari Tuhan.
Dalam kehidupan ini, kita dituntut untuk melakukan dan menghasilkan hal yang terbaik dalam segala hal. Namun kita pun diingatkan untuk tidak berkompromi dan mentorier dosa sekecil apa pun, apalagi yang didorong oleh sikap licik, manipulative dan tidak setia pada Tuhan.
Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Jadilah umat Tuhan yang bijak dab berkarakter benar, di dalam panggilan hidup kita. Amin.
Doa ; Tuhan, didiklah kami untuk hidup di dalam kebenaran. Terpujilah Engkai yang selalu menilai hati kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow