Pembacaan Alkitab : Kisah P. Rasul 2:22-28
TEMA : JALAN KEHIDUPAN DAN SUKACITA DALAM TUHAN
"Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu" (ay. 28)
Pada bacaan ini, Rasul Petrus hendak menegaskan dan mengarahkan perhatian orang Israel untuk memahami bahwa Yesus Kristus adalah pusat karya keselamatan Allah.
Yesus, yang hidup, mati, dan bangkit, bukanlah tokoh biasa, melainkan Pribadi yang diutus Allah sesuai dengan rencana-Nya.
Penyaliban Yesus bukanlah kegagalan, melainkan kehendak Allah yang digenapi demi keselamatan manusia. Namun, mereka telah menyalibkan dan membunuhnya, melalui tangan bangsa-bangsa durhaka (ay.23).
Petrus kemudian menekankan tentang kebangkitan Kristus. la menyatakan bahwa maut tidak berkuasa atas Yesus, sebab Allah telah membangkitkan Dia.
Petrus pun mengutip perkataan Daud yang menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan manusia mengalami kebinasaan.
Dengan demikian, Petrus menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus adalah penggenapan janji Allah dan dasar pengharapan bagi umat percaya.
Selanjutnya, pada ayat 25-27, Petrus menegaskan bahwa hidup di hadapan Allah membawa kepastian dan sukacita.
Orang yang berjalan bersama Allah tidak dikuasai oleh ketakutan akan maut, sebab hidupnya berada dalam tangan Tuhan.
Allah yang akan menuntun hidupnya, Inilah yang disebut sebagai "jalan kehidupan", yaitu hidup yang diarahkan, dijaga, dan dipenuhi oleh hadirat Allah.
Bacaan hari ini mengajak setiap orang percaya untuk tidak mengandalkan kekuatan diri atau situasi hidup, melainkan pada Kristus yang bangkit.
Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, iman kepada Kristus memberi arah hidup dan pengharapan yang teguh.
Ketika kita hidup dalam hadirat Allah, kita mengalami sukacita sejati, bukan karena keadaan selalu mudah, tetapi karena Allah setia menyertai dan menuntun umat-Nya di jalan kehidupan.
Allah tidak akan membiarkan umat-Nya jatuh sampai tergeletak, sebab tangan kasih-Nya senantiasa menopang setiap orang yang menaruh pengharapan kepada-Nya. Amin.
Doa: Ya Tuhan, hatiku penuh dengan sukacita, karena tuntunan-Mu
Editor : Alfianne Lumantow