Pembacaan Alkitab : Galatia 6:9-10
TEMA : KESETIAAN DALAM BERBUAT BAIK
"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menyerah" (ay. 9)
Dalam bacaan ini, Rasul Paulus menasihati jemaat agar tidak menjadi lelah dalam berbuat baik. Nasihat ini lahir dari kesadaran bahwa sering kali muncul yang namanya keletihan, kekecewaan, karena apa yang dilakukan tidak sesuai harapan.
Karena itu Paulus menegaskan, "janganlah kita jemu-jemu berbuat baik," sebab ada janji Allah bahwa pada waktunya kita akan menuai, jika kita tidak menyerah.
Sekalipun, perbuatan baik yang dilakukan tidak mendapat balasannya, tetap lakukan yang baik untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Di pihak lain, bacaan ini hendak menegaskan bahwa perbuatan baik dalam iman Kristen bukan sekadar tindakan moral, melainkan respons kesetiaan kepada Allah.
Kebaikan yang dilakukan orang percaya tidak selalu terlihat, tetapi tetap bernilai di hadapan Allah yang setia pada janji-Nya.
Rasul Paulus mengarahkan perhatian umat pada dimensi pengharapan bahwa hasil dari kesetiaan iman berada dalam waktu dan kehendak Allah, bukan semata-mata dalam perhitungan manusia.
Selain itu, pada ayat 10 panggilan ini diperluas secara konkret. Kesetiaan dalam berbuat baik harus diwujudkan kepada semua orang, tanpa pengecualian.
Namun dengan tanggung jawab khusus terhadap sesama orang percaya sebagai satu keluarga Allah. Ini menunjukkan bahwa iman Kristen tidak selalu bersifat personal, tetapi juga komunal.
Bagi umat masa kini, firman ini mengingatkan bahwa kesetiaan sering kali diuji justru ketika kebaikan tidak dihargai atau ketika pelayanan terasa melelahkan.
Namun Allah memanggil umat untuk tetap setia, bukan karena situasi yang mendukung, melainkan karena kasih Kristus yang terlebih dahulu setia.
Kesetiaan dalam berbuat baik adalah kesaksian iman yang hidup bahwa pengharapan kita tidak diletakkan pada hasil instan, tetapi pada Allah yang menjanjikan kehidupan. Amin
Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk rajin berbuat baik dalam kehidupan ini. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow