Pembacaan Alkitab : Imamat 19:33-37
TEMA : MENGASIHI KARENA TELAH LEBIH DULU DIKASIHI
"Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu. Akulah TUHAN." (ay. 37)
Selamat malam saudaraku! Kita sering mendengar orang berkata, "Tunjukkan kasihmu kepada sesama, karena engkau telah lebih dulu dikasihi oleh Allah."
Kalimat ini bukan sekadar slogan rohani, melainkan panggilan untuk menghadirkan kasih Allah secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan penting bagi kita sekarang adalah seperti apa wujud kasih itu?
Bacaan malam ini menolong kita memahami bahwa kasih bukan hanya perasaan, melainkan tindakan konkret yang menyentuh relasi sosial dan sikap hidup kita.
Jika dalam bacaan pagi, kasih kepada sesama diwujudkan dengan sikap menghormati orang tua, maka bacaan malam ini menyoroti sikap umat kepada orang asing dan bagaimana umat harus bersikap jujur dalam transaksi jual-beli.
Pada ayat 33-34, Tuhan Allah memberikan perintah agar umat memperlakukan orang asing di antara mereka seperti saudara sendiri tanpa diskriminasi.
Mereka diingatkan bahwa dahulu pun mereka adalah pendatang di tanah Mesir. Pengalaman diselamatkan Allah menjadi dasar untuk memperlakukan orang lain dengan belas kasih.
Lalu di ayat 35-36, Tuhan memerintahkan agar umat bertindak jujur dalam setiap transaksi dagang dengan mempergunakan timbangan/takaran yang tepat.
Dasar dari tindakan jujur karena Tuhan telah melakukan kebaikan dengan membebaskan mereka dari Mesir.
Apa yang bisa kita petik dari bacaan malam ini?
1. Tuhan Allah telah menunjukkan kasih-Nya bagi kita. Bersyukurlah dan milikilah tekad untuk selalu mempraktikkan sabda Tuhan dalam hidup setiap hari.
2. Tanggapi kasih Allah dengan bertindak adil dan jujur di tengah berbagai kesulitan hidup.
3. Keluarga menjadi komunitas pertama nilai keadilan dan kejujuran diajarkan dan dipraktikkan oleh setiap anggota keluarga. Selamat beristirahat saudaraku, Tuhan beserta kita! Amin.
Doa: Tuhan, terimakasih untuk setiap kebaikan yang boleh kuterima dalam hidup. Tolong agar kami dapat selalu mempraktikkan kasih sebagai wujud terimakasih untuk kebaikan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow