Pembacaan Alkitab : Imamat 20: 10-21
TEMA : HIDUP KUDUS: JAUHI PERCABULAN!
"Bila seorang laki-laki berzina dengan istri orang lain, berzina dengan istri sesamanya, baik laki-laki maupun perempuan yang berzina itu harus dihukum mati" (ay.10)
Selamat malam saudaraku!
Ketika kita menyaksikan berita di televisi maupun media online, kita sering dikejutkan oleh kisah perselingkuhan.
Misalnya istri sah melabrak suaminya saat bersama pasangannya di sebuah hotel, atau berbagai berita kejahatan seksual yang terjadi baik di lingkungan sekolah, kantor pemerintah bahkan sampai di lingkungan keagamaan.
Fenomena ini menjadi tanda bahwa nilai-nilai moral sedang mengalami krisis, sementara kekudusan perkawinan semakin tergerus oleh arus zaman.
Dalam konteks seperti inilah kita diajak kembali mendengarkan seruan Tuhan bagi umat-Nya.
Pada bacaan pagi, kita diingatkan tentang kekudusan hidup dalam relasi dengan Tuhan-khususnya menjauhi penyembahan berhala, maka bacaan malam ini menyoroti kekudusan dalam relasi antar manusia, terutama dalam bidang seksual.
Berbagai bentuk pelanggaran disebutkan secara tegas: perbuatan kejahatan seksual, baik itu perselingkuhan dengan suami/istri orang lain, perselingkungan antara mertua dan menantu, hubungan seks antara sesama jenis, hubungan seks dengan binatang, dan berbagai perbuatan zina lainnya.
Hukuman atas setiap perbuatan ini yaitu hukuman mati dan tidak akan memiliki keturunan. Ketegasan ini menunjukkan bahwa Tuhan memandang tinggi martabat tubuh, keluarga, dan perkawinan.
Dari peringatan tersebut kita memahami bahwa kekudusan pribadi dan kekudusan perkawinan bukanlah pilihan tambahan, melainkan panggilan utama bagi umat Tuhan. Kekudusan harus dijaga dengan kesadaran, komitmen, dan pengendalian diri.
Saudaraku, nilai kesetiaan dan kemurnian perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Orang tua dipanggil menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan, sehingga keluarga menjadi tempat pertama pembelajaran moral.
Kiranya Tuhan menolong dan memampukan kita hidup setia dalam kekudusan di tengah dunia yang terus berubah.Selamat beristirahat! Amin.
Doa: Tuhan, mampukanku menjaga kekudusan hidup. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow