Pembacaan Alkitab : Imamat 20:22-24
TEMA : TAAT
Taat kepada Tuhan, harga mati yang tak bisa ditawar
Kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan peratuan-Ku serta melakukan semuanya itu, (Ay. 22a)
Taat adalah kesadaran diri dalam mematuhi dan menjalankan aturan yang telah ditetapkan. Karena sadar aturan itu adalah rambu-rambu yang akan menuntun langkah hidup agar tidak salah langkah.
Umat Tuhan dipanggil untuk hidup taat. Jika mereka melanggar dari ketetapan Tuhan, negeri yang akan mereka tempati akan "memuntahkan" mereka, sebagaimana ia memuntahkan penduduk sebelumnya.
Mereka akan dibuang dan tak memiliki tempat lagi untuk hidup.
Bagi bangsa Israel, tanah bukan sekadar aset/properti atau wilayah kedaulatan, melainkan memiliki nilai spiritual yang menunjukkan identitas mereka sebagai umat pilihan Tuhan.
Tanah perjanjian bagi orang Israel dianggap kudus karena di sanalah Tuhan "berdiam" bersama umat-Nya. Tanah adalah ikatan perjanjian mereka dengan Tuhan Sang Pencipta.
Umat Tuhan diajak untuk memiliki keteguhan hati untuk mengikuti ketetapan Tuhan saja. Tuhan melarang bangsa Israel mengikuti adat istiadat bangsa-bangsa yang diusir-Nya dari depan mereka.
Pengusiran bangsa-bangsa itu karena perilaku mereka adalah kekejian bagi Tuhan. Kalau tidak mau diusir dan dibuang oleh Tuhan ikutlah ketetapan Tuhan.
Bagi yang setia mengikuti ketetapan Tuhan akan mendapatkan janji warisan. Tuhan menjanjikan bahwa Israel akan memiliki negeri yang berlimpah susu dan madu sebagai milik pusaka.
Asal mereka hidup untuk Tuhan dan tidak mengikuti cara-cara bangsa sekitar mereka. Janji ini berlanjut kepada kita, asal taat ikut Tuhan Yesus sampai akhir hidup.
Yohanes 3:16 katakan: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kita akan tinggal Bersama Tuhan menikmati negeri yang dijanjikan itu. Asal kita hidup dalam Tuhan, dengan melakukan kehendak-Nya. Amin
Doa: Tuhan ajarlah aku untuk hidup dalam ketaatan kepada-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow