Pembacaan Alkitab : Imamat 20: 22-24
TEMA : HARGAI PERBEDAAN DAN JANGAN TERPENGARUH DENGAN HAL YANG TIDAK BAIK
"Janganlah kamu hidup menurut kebiasaan bangsa yang akan Kuhalau dari hadapan-Mu. Sebab, semuanya itu telah mereka lakukan, sehingga Aku muak melihat mereka." (ay. 23)
Selamat pagi saudaraku, Hidup di tengah keragaman sungguh unik. Di satu sisi, perbedaan suku, budaya, dan kebiasaan memperkaya cara pandang kita tentang hidup dan sesama.
Namun di sisi lain, lingkungan yang beragam juga dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku kita, bahkan tanpa kita sadari.
Bagaimana menyikapinya? Melalui perikop pagi ini, Tuhan menuntun kita memahami bagaimana seharusnya umat-Nya hidup di tengah realitas tersebut.
Perikop pagi ini hendak mengajar kita tentang bagaimana hidup di tengah keragaman. Poin pentingnya adalah umat tidak boleh terpengaruh dan mempraktikkan gaya hidup bangsa lain yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Tuhan juga menegaskan bahwa IA akan menghalau bangsa asing itu dan IA akan memisahkan umat-Nya dari mereka dan memberi kehidupan sejahtera di tanah yang berkelimpahan berkat.
Berkaca dari bacaan ini, pelajaran yang dipetik:
- Hargailah keragaman dan perbedaan yang ada. Ambil hal yang positif dan buang yang tidak baik.
- Jangan terpengaruh pola pikir apalagi gaya hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Misalnya, gaya hidup hedon, tidak peduli dengan sesama, atau melakukan tindakan yang menyakiti/merugikan sesama.
- Keluarga menjadi tempat pertama pewarisan iman dan pembentukan karakter. Di dalam keluargalah setiap anggota belajar menghargai perbedaan, sekaligus menanamkan ketaatan kepada Tuhan. Dengan dasar yang kuat ini, kita akan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai pribadi yang teguh, bijaksana, dan tetap setia pada kehendak-Nya. Amin.
Doa: Tuhan, terima kasih untuk nafas hidup di pagi ini, tolonglah agar hidupku pagi ini boleh berkenan pada-Mu. Amin
Editor : Alfianne Lumantow