Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pengacara Korban: Pembunuh Diduga Berusia 50-an, Tinggal di Malang

Pratama Karamoy • Rabu, 1 Juli 2026 | 15:14 WIB
Ruly Yunis Setiawati (Foto: TANGKAPAN LAYAR/RADAR MADURA GRUP JAWA POS)
Ruly Yunis Setiawati (Foto: TANGKAPAN LAYAR/RADAR MADURA GRUP JAWA POS)

 SIDOARJO – Teka-teki soal siapa pria yang bersama Ruly Yunis Setiawati, sekretaris dinas (Sekdin) Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Jawa Timur, sebelum ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda mulai sedikit terungkap. Kuasa hukum korban mendapat informasi bahwa pria tersebut berinisial E dan bertempat tinggal di wilayah Malang. 

Kuasa hukum keluarga korban Risang Bima Wijaya mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 50-an tahun dan berasal dari salah satu kota di Sulawesi. Saat ini pria itu, disebut Risang, berdomisili di salah satu kecamatan di wilayah Malang. "Kami hanya bisa beri inisialnya, yaitu E. Identitas lengkapnya belum bisa dibuka karena demi penyelidikan. Tapi, kami punya insting kuat dia," ujar Risang kepada Jawa Pos kemarin (30/6).

Penemuan Jenazah

Ruly ditemukan meninggal di dalam mobil dinas Pemkab Bangkalan, Toyota Innova berpelat merah dengan nomor polisi M 1090 GP, yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda pada Rabu (24/6). Jenazah perempuan 50 tahun itu kali pertama diketahui oleh sejumlah pengemudi taksi online setelah melihat cairan menetes dari pintu depan sebelah kiri mobil.

Saat mobil diperiksa, korban sudah tidak bernyawa dalam posisi duduk bersandar di kursi penumpang depan sebelah kiri dengan kondisi jenazah telah membusuk. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan mobil tersebut telah memasuki area parkir pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 16.00 WIB.

Rekaman CCTV memperlihatkan kendaraan dikemudikan seorang pria yang kemudian keluar seorang diri sebelum meninggalkan lokasi menggunakan angkutan umum. Pria tersebut memiliki proporsi wajah yang mirip dengan pria dalam video kolase foto yang diunggah korban saat di Batu, Jawa Timur.

Keluarga menduga Ruly dan pria tersebut sebelumnya tidak pernah saling mengenal secara langsung. Keduanya hanya berkomunikasi melalui percakapan daring sebelum akhirnya sepakat bertemu. Dari perubahan perilaku korban menjelang kejadian, keluarga mulai mencurigai adanya modus penipuan. "Dugaan saya mengarah ke love scamming, tapi masih belum cukup bukti," ujar Risang.

Baca Juga: Legislator Ingatkan Kemenhan Jangan Cuma Ganti Nama Latsarmil

Menurutnya, selama ini korban tidak pernah bepergian ataupun menginap sendirian dalam waktu lama. Setiap bepergian ke luar kota, Ruly selalu mengajak anggota keluarga. Karena itu, lanjut Risang, keluarga menduga pertemuan dengan pria tersebut merupakan kali pertama dan korban kemungkinan dipancing atau diperdaya hingga bersedia datang menemuinya. Meski begitu, Risang menegaskan, keluarga belum dapat menyimpulkan bahwa pria berinisial E merupakan pelaku pembunuhan.

Dari lokasi ditemukannya jenazah diketahui hilangnya sejumlah perhiasan korban, seperti anting, kalung, dan gelang, serta temuan luka robek pada cuping telinga kiri berdasarkan hasil otopsi sementara. Di sisi lain, dompet korban yang ditemukan di mobil hanya tersisa uang Rp 1.000. Sementara itu, Kasihumas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono masih belum bisa memberikan banyak keterangan. "Masih didalami, penyidik saat ini masih menunggu hasil labfor dari sampel yang dikirim," katanya. (eza/ttg)

Editor : Pratama Karamoy
#Headline