Pembacaan Alkitab: Amsal 28:5
Tema: MENCARI TUHAN DENGAN SUNGGUH
"Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu." (Amsal 28:5)
Shalom, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Seorang bapa gereja yang terkenal, Augustinus dari Hippo, pernah berkata, "Engkau telah menciptakan kami bagi-Mu, ya Tuhan, dan hati kami gelisah sampai ia beristirahat di dalam Engkau." Kalimat ini lahir dari pengalaman hidupnya sendiri.
Sebelum mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh, Augustinus mencari kebahagiaan melalui berbagai hal: pengetahuan, kenikmatan hidup, dan pengakuan manusia. Namun semua itu tidak mampu memberikan damai yang sejati. Ia baru menemukan ketenangan ketika hidupnya dipulihkan dan diarahkan kepada Tuhan.
Pengalaman Augustinus juga menjadi pengalaman banyak orang pada masa kini. Dunia menawarkan begitu banyak hal yang dianggap dapat memberikan kebahagiaan. Ada yang mengejar kekayaan, jabatan, popularitas, kenyamanan, atau kesenangan.
Tidak sedikit pula yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memperoleh kehidupan yang dianggap lebih baik. Semua itu memang penting dalam batas tertentu, tetapi sering kali setelah semuanya diraih, hati tetap merasa kosong. Ada kegelisahan yang tidak dapat diisi oleh harta, prestasi, maupun pujian manusia.
Mengapa demikian? Karena manusia diciptakan untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah. Selama relasi dengan Sang Pencipta tidak dipulihkan, selalu ada ruang kosong di dalam hati manusia. Kebutuhan terdalam manusia bukan sekadar keberhasilan, melainkan kehadiran Tuhan dalam hidupnya.
Firman Tuhan dalam Amsal 28:5 berkata, "Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu."
Ayat ini memperlihatkan dua jalan hidup yang sangat berbeda. Yang pertama adalah jalan orang yang jahat. Yang kedua adalah jalan orang yang mencari Tuhan.
Ketika kitab Amsal berbicara tentang orang jahat, yang dimaksud bukan hanya orang yang melakukan kejahatan besar atau pelanggaran hukum. Orang jahat adalah mereka yang memilih hidup tanpa mengindahkan kehendak Allah.
Mereka mengandalkan pikiran sendiri, mengejar kepentingan pribadi, dan menolak tuntunan Tuhan. Akibatnya, mereka kehilangan kepekaan terhadap kebenaran dan keadilan. Mereka mungkin terlihat berhasil di mata dunia, tetapi tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah menurut kehendak Allah.
Sebaliknya, firman Tuhan berkata bahwa orang yang mencari Tuhan "mengerti segala sesuatu." Tentu ayat ini tidak berarti bahwa orang percaya mengetahui semua ilmu pengetahuan atau memiliki jawaban atas setiap persoalan hidup.
Maksudnya adalah bahwa orang yang hidup dekat dengan Tuhan memperoleh hikmat untuk memahami kehendak-Nya dan mampu mengambil keputusan yang benar sesuai dengan firman-Nya.
Inilah perbedaan antara pengetahuan dan hikmat. Pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Namun hikmat berasal dari Tuhan. Seseorang mungkin sangat cerdas, memiliki gelar yang tinggi, dan berpengalaman dalam berbagai bidang, tetapi tanpa hikmat Tuhan ia dapat menggunakan semua kemampuannya untuk tujuan yang salah. Sebaliknya, seseorang yang sederhana tetapi hidup dekat dengan Tuhan sering kali mampu mengambil keputusan yang bijaksana karena ia dipimpin oleh firman Tuhan.
Lalu, apa artinya "mencari Tuhan"? Mencari Tuhan bukan sekadar melakukan aktivitas keagamaan. Bukan hanya rajin datang ke gereja atau mengikuti berbagai kegiatan rohani. Semua itu penting, tetapi mencari Tuhan jauh lebih dalam daripada sekadar menjalankan rutinitas ibadah.
Mencari Tuhan berarti memiliki kerinduan yang sungguh-sungguh untuk mengenal Dia, mendengarkan suara-Nya melalui firman, membangun hubungan dengan-Nya melalui doa, serta bersedia menaati kehendak-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Mencari Tuhan berarti menjadikan Dia sebagai pusat kehidupan kita.
Mazmur 119 berkata bahwa firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Artinya, ketika kita mencari Tuhan melalui firman-Nya, kita memperoleh arah yang benar dalam menjalani kehidupan. Dunia sering kali menawarkan banyak pilihan, tetapi tidak semuanya membawa kepada kebaikan. Firman Tuhan menolong kita membedakan jalan yang benar dari jalan yang salah.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di tengah dunia yang penuh dengan berbagai suara. Setiap hari kita menerima informasi dari media sosial, berita, pendapat para ahli, bahkan berbagai pengaruh yang membentuk cara berpikir kita. Di tengah banyaknya suara itu, sering kali suara Tuhan justru menjadi yang paling jarang kita dengarkan. Kita lebih cepat membuka telepon genggam daripada membuka Alkitab. Kita lebih banyak mendengar komentar manusia daripada mencari kehendak Tuhan melalui doa.
Karena itu, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk kembali mencari Dia dengan sungguh-sungguh. Sebab hanya Tuhan yang mampu memberikan hikmat untuk menghadapi berbagai persoalan hidup.
Mencari Tuhan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ketika kita bangun pada pagi hari, kita memulai hari dengan doa dan firman. Ketika harus mengambil keputusan penting, kita bertanya, "Apakah keputusan ini sesuai dengan kehendak Tuhan?"
Ketika menghadapi pencobaan, kita mencari kekuatan melalui doa. Ketika berhasil, kita mengucap syukur kepada Tuhan. Ketika gagal, kita tetap percaya kepada penyertaan-Nya.
Dengan demikian, relasi kita dengan Tuhan bukan hanya berlangsung pada hari Minggu atau saat ibadah, tetapi menjadi bagian dari seluruh perjalanan hidup kita.
Firman Tuhan juga mengingatkan bahwa orang yang tidak mencari Tuhan mudah kehilangan arah. Mereka mungkin memiliki kekayaan, tetapi tidak memiliki damai. Mereka mungkin memiliki jabatan, tetapi kehilangan integritas. Mereka mungkin dihormati manusia, tetapi hidupnya jauh dari kehendak Allah.
Sebaliknya, orang yang mencari Tuhan akan semakin peka terhadap nilai-nilai Kerajaan Allah. Ia belajar hidup jujur meskipun ada kesempatan untuk berbuat curang. Ia memilih berlaku adil ketika banyak orang memilih jalan yang tidak benar.
Ia menjaga perkataannya agar tidak melukai sesama. Ia menggunakan berkat yang dimilikinya untuk menolong orang lain. Semua itu lahir bukan karena ia sempurna, tetapi karena ia terus belajar hidup dalam tuntunan Tuhan.
Mencari Tuhan juga berarti bersedia diubahkan. Ketika firman Tuhan menegur kesalahan kita, kita tidak mengeraskan hati. Ketika Roh Kudus mengingatkan kita untuk mengampuni, kita belajar mengampuni. Ketika Tuhan memanggil kita melayani, kita belajar taat. Semakin dekat kita kepada Tuhan, semakin hidup kita dibentuk menjadi serupa dengan Kristus.
Saudara-saudari yang terkasih, Sering kali kita baru sungguh-sungguh mencari Tuhan ketika menghadapi masalah besar. Ketika sakit, ketika kehilangan pekerjaan, ketika mengalami pergumulan keluarga, barulah kita datang dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan.
Padahal Tuhan menghendaki agar kita mencari-Nya setiap waktu, bukan hanya ketika membutuhkan pertolongan.
Hubungan dengan Tuhan bukanlah hubungan yang didasarkan pada kebutuhan sesaat, melainkan hubungan kasih yang terus dipelihara setiap hari. Sama seperti sebuah persahabatan atau kehidupan dalam keluarga membutuhkan komunikasi yang terus-menerus, demikian pula hubungan kita dengan Tuhan harus terus dipelihara melalui doa, pembacaan firman, ibadah, dan ketaatan.
Firman Tuhan hari ini menjadi ajakan bagi kita semua untuk mengevaluasi kehidupan rohani kita. Apakah kita benar-benar sedang mencari Tuhan, atau hanya mencari berkat-Nya? Apakah kita lebih rindu mengenal kehendak-Nya, atau sekadar menginginkan pertolongan-Nya? Tuhan mengundang kita untuk membangun relasi yang semakin dalam dengan-Nya.
Ketika kita mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, kita tidak dijanjikan hidup tanpa persoalan. Namun kita dijanjikan hikmat untuk menghadapi setiap persoalan. Kita tidak selalu memperoleh jalan yang mudah, tetapi kita memperoleh penyertaan Tuhan dalam setiap langkah. Kita tidak selalu memahami seluruh rencana-Nya, tetapi kita percaya bahwa Tuhan sedang memimpin hidup kita menuju kebaikan.
Marilah kita menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita. Bangunlah hubungan yang akrab dengan-Nya melalui doa, pembacaan firman, ibadah, dan ketaatan setiap hari. Biarlah setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita lahir dari hati yang sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan.
Kiranya Roh Kudus menolong kita agar tidak hanya mengenal Tuhan dengan pikiran, tetapi juga mengalami persekutuan yang hidup dengan-Nya. Sebab ketika kita mencari Tuhan dengan segenap hati, kita akan menemukan hikmat, damai sejahtera, dan arah yang benar bagi kehidupan kita. Amin.
Ya Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas firman-Mu yang mengajar kami untuk sungguh-sungguh mencari Engkau. Tuntunlah langkah kami agar hidup dalam kehendak-Mu, setia membaca firman, tekun berdoa, dan berjalan dalam hikmat-Mu setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow