KECEPATAN mobil Honda CR-V warna putih itu tiba-tiba menurun. Lalu, jalurnya bergerak serong ke sisi kiri jalan. Rudi yang menyopiri kendaraan di belakang mobil bernopol L 1720 CAY itu langsung membunyikan klakson. Maksudnya untuk mengingatkan Ishaq, pengemudi mobil yang berada di posisi terdepan dari tiga kendaraan yang beriringan dan baru pulang berwisata dari Batu. "Jadi, sopir di belakang sudah memperingatkan karena laju mobil sedikit ke kiri, namun akhirnya mobil langsung menghantam bagian belakang truk," papar salah seorang anggota keluarga korban Mulyadi, menceritakan kesaksian Rudi yang disampaikan kepadanya.
Lima dari sembilan orang di dalam Honda CR-V tersebut yang masih sekeluarga meninggal di lokasi. Mereka juga tercatat berdomisili di kelurahan dan kecamatan yang sama: Ampel, Semampir, Surabaya. Empat korban luka lainnya dirawat di rumah sakit akibat tabrakan tersebut.
Rombongan keluarga itu berangkat dari Surabaya menuju Batu pada Rabu (15/7) pagi. Insiden maut tersebut terjadi di Tol Malang-Pandaan sekitar pukul 20.00 dalam perjalanan pulang ke Kota Pahlawan. "Kakak-kakak saya itu sangat peduli dan aktif di kampung," kata adik bungsu Ishaq, Mohammad Yacob, kepada Jawa Pos di rumah duka di kawasan Jalan Sukodono Gang IV, Kelurahan Ampel, Surabaya, kemarin (16/7).
Aktif di Kampung
Selain Ishaq, 37, dua kakak Yacob lainnya yang juga terenggut nyawanya dalam kecelakaan itu adalah Hindun, 38, dan Hanifah, 39. Dua korban meninggal lainnya adalah Mufarohah, 27, istri Ishaq; dan Wahyuni Putri Permata, 2, putri Hanifah. Ishaq dan Mufarohah yang sudah menikah sejak 2021 belum dikaruniai momongan. "Mas Ishaq dan istri itu penyayang, ya ke saudara-saudaranya, ya ke keponakan-keponakannya, juga ke teman-temannya," kata Yacob.
Saat kejadian, Mufarohah tengah memangku Wahyuni Putri Cahaya, 2, putri Hanifah. Cahaya selamat, tetapi tidak dengan saudara kembarnya, Wahyuni Putri Permata. "Saya sebenarnya mau ikut liburan ke Malang bersama mereka, tetapi memutuskan tidak ikut karena istri saya sedang hamil," ungkap Yacob, dengan nada lirih.
Yacob mengenang Ishaq, kakak ketujuhnya, sebagai sosok wirausahawan dan pekerja keras. Di kampung, almarhum juga dikenal sebagai pelopor, penggerak utama Karang Taruna, sekaligus wakil ketua panitia perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bulan depan. "Mas Ishaq sangat aktif di kampung, jadi semua orang mengenalnya," kata Ketua RT 07 RW 15 Kelurahan Ampel Achmad Zaini. Zaini menambahkan, seluruh jenazah korban kecelakaan tiba di wilayahnya sekitar pukul 4.00 WIB kemarin dalam kondisi sudah disucikan. Pihak pengurus kampung dan warga langsung menggelar salat jenazah berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama.
Baca Juga: FINALISSIMA Yang Tertunda Akhirnya Tiba
Pihak keluarga besar kemudian memutuskan untuk membagi lokasi pemakaman kelima korban. "Dua jenazah atas nama Hanifah dan Wahyuni Putri Permata langsung dibawa pihak keluarga menuju Madura, ke Kecamatan Tragah, Bangkalan, untuk dimakamkan di sana," jelasnya. Sementara itu, tiga jenazah lainnya, yakni Ishaq, Mufarohah, dan Hindun, dimakamkan secara bersamaan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegirian, Surabaya, kemarin siang pukul 12.00 WIB. Ishaq, menurut Zaini, merupakan sosok senior yang sabar, jenaka, serta selalu merangkul dan menuntun anak-anak muda setempat. "Beliau orang baik. Kami mohon doa untuk kepergian para almarhum," katanya. (*/ttg)
Editor : Pratama KaramoySumber : Koran Jawa Pos