Atlet Berprestasi Berpeluang Kuliah di Universitas New York

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 16:03 WIB
KERJA SAMA: Erick Thohir (kiri) dan Angie Kamath berkolaborasi di bidang diplomasi olahraga, pendidikan manajemen olahraga, pengembangan kepemudaan, serta riset inovatif di bidang olahraga. (Foto: MYASKOVSKY COURTESY OF NYU PHOTO BUREAU)
KERJA SAMA: Erick Thohir (kiri) dan Angie Kamath berkolaborasi di bidang diplomasi olahraga, pendidikan manajemen olahraga, pengembangan kepemudaan, serta riset inovatif di bidang olahraga. (Foto: MYASKOVSKY COURTESY OF NYU PHOTO BUREAU)

 

NEW YORK – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan olahraga nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University (NYU), Selasa (21/7) waktu setempat.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Dekan NYU School of Professional Studies, Angie Kamath. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperluas kolaborasi di bidang diplomasi olahraga, pendidikan manajemen olahraga, pengembangan kepemudaan, serta riset dan inovasi olahraga. Melalui kerja sama ini, Kemenpora juga membuka peluang bagi atlet-atlet berprestasi Indonesia untuk menempuh pendidikan di Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, NYU.

Menpora Erick mengatakan penguatan ekosistem olahraga yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas utama sejak dirinya mendapat amanah sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Menurutnya, pembangunan olahraga tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ketika Presiden Prabowo menunjuk saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, salah satu prioritas utama saya adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan ekosistem olahraga Indonesia berkembang," ujar Erick seperti dilansir kemenpora.go.id.

Baca Juga: Danantara Gabungkan Empat Manajer Investasi BUMN

Ia menegaskan bahwa paradigma pembangunan olahraga perlu diperluas. Olahraga, kata Erick, kini telah berkembang menjadi industri yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Olahraga bukan sekadar tentang mengembangkan potensi atlet dan memenangkan kompetisi. Olahraga juga telah menjadi industri yang kuat yang menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mempromosikan masyarakat yang lebih sehat," katanya. (raf/ali)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
Headline atlet