Lantai 2 Mal Runtuh setelah Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Kemenlu Sebut Semua WNI Aman

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:52 WIB
PENYELAMATAN: Tim penolong di luar gedung Aeon Mall Kumamoto yang lantai duanya runtuh kemarin. (Foto: JIJI PRESS/AFP)
PENYELAMATAN: Tim penolong di luar gedung Aeon Mall Kumamoto yang lantai duanya runtuh kemarin. (Foto: JIJI PRESS/AFP)

 

UKI–Laptop Shayne Bowden tiba-tiba bergerak maju dan mundur. Orang-orang di sekitar Bowden yang tengah berada di perpustakaan umum di seberang Stasiun Kumamoto, Jepang, langsung berlindung di balik meja. "Guncangan demi guncangan terus terjadi," kata peneliti yang tinggal di Kumamoto itu kepada Japan Times kemarin (29/7).

Guncangan itu dipicu gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 yang menggoyang Prefektur Kumamoto pukul 16.27 Selasa (28/7) waktu setempat (dua jam lebih cepat dari WIB, Red). Dampaknya, 13 orang tewas, puluhan orang terluka, sejumlah bangunan roboh, serta memicu kebakaran. Selain itu, gempa membuat sebuah pusat perbelanjaan sebagian runtuh dan menjebak banyak orang.

Gempa itu berpusat di Kota Uki dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan kuat dalam beberapa hari ke depan. Kerusakan paling parah terjadi di sebuah mal atau pusat perbelanjaan Aeon di Kota Kashima. Lantai dua bangunan dilaporkan runtuh setelah sebelumnya terdengar ledakan disertai kepulan asap putih.

Menurut Aeon, sekitar 3.000 pengunjung dan antara 1.300 hingga 1.500 karyawan berada di dalam mal sekitar pukul 16.30. Sebelumnya, sekitar 200 orang telah dievakuasi ke area parkir mal. Kepolisian Kumamoto memperkirakan jumlah korban dapat bertambah akibat runtuhnya bangunan tersebut. Transportasi ikut terdampak. Sebuah jembatan layang di Jalan Tol Kyushu mengalami kerusakan berat. Seluruh layanan kereta cepat Kyushu Shinkansen dihentikan sementara. Sejumlah jalan tol di Prefektur Kumamoto juga ditutup. "Kami masih memastikan besarnya kerusakan, tetapi telah menerima laporan adanya korban luka," ujar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, seperti dikutip dari Japan Times.

Baca Juga: Kotak Pandora Korupsi Terkuak dari Jual Beli Jabatan

Bentuk Gugus Tugas

Takaichi juga mengumumkan pembentukan gugus tugas penanggulangan bencana darurat yang dipimpinnya langsung. Sebanyak 3.600 personel Pasukan Bela Diri Jepang dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan atas permintaan Gubernur Kumamoto. Menurut data JMA, gempa dipicu oleh pergeseran dua patahan aktif secara horizontal. Namun, masih terlalu dini untuk memastikan apakah gempa tersebut berkaitan dengan gempa besar Kumamoto pada 2016 yang menewaskan 278 orang. JMA sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Laut Ariake dan Yatsushiro. Namun, seluruh peringatan tersebut dicabut pada pukul 18.10 waktu setempat.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan tidak ada WNI terdampak gempa. KBRI Tokyo telah menghubungi simpul komunitas WNI yang berada di wilayah Kumamoto dan Kyushu untuk memonitor. "Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," tutur Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah kemarin. (mia/lyn/ttg)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
Headline gempa jepang