Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:49 WIB
LOLOS DARI MAUT: Korban selamat yang dievakuasi Kapal Meratus Pematang Siantar beristirahat di ruang tunggu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kemarin (3/8). (Foto: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
LOLOS DARI MAUT: Korban selamat yang dievakuasi Kapal Meratus Pematang Siantar beristirahat di ruang tunggu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kemarin (3/8). (Foto: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

 KOMUNITAS sopir truk logistik dan ekspedisi lintas Surabaya–Makassar mengkritik dugaan pengabaian standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam insiden terbakar KMP Mutiara Sentosa 2. Mereka menilai proses evakuasi penumpang terkesan tanpa panduan yang memadai dari awak kapal (ABK).

Perwakilan sopir ekspedisi lintas Surabaya–Makassar Udin Karo-Karo mengatakan, berdasarkan rekaman video di lokasi, tidak terlihat sekoci maupun perahu karet saat kondisi darurat terjadi. Para penumpang disebut terpaksa melompat ke laut dengan hanya mengandalkan pelampung. "Berdasarkan rekaman video rekan-rekan di lokasi, para penumpang terpaksa melompat ke laut hanya mengandalkan pelampung karena tidak ada panduan evakuasi menuju muster point (titik kumpul darurat, Red) dari ABK," ujarnya, kemarin (3/8) dini hari.

Menurut Udin, tidak adanya pengarahan menuju titik kumpul evakuasi mengindikasikan prosedur keselamatan di atas kapal tidak dijalankan secara optimal. Kepanikan yang terjadi membuat penumpang berupaya menyelamatkan diri masing-masing. Kondisi itu diduga turut memicu jatuhnya korban jiwa dan korban luka. "Kalau semua prosedur berjalan sebagaimana mestinya, tentu tidak akan ada yang sampai meninggal dunia," katanya. Udin juga mendesak kepolisian dan instansi terkait mengusut tuntas penyebab kebakaran tersebut. Dia menilai investigasi harus mencakup aspek teknis, termasuk kelayakan armada, untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun faktor lain yang memicu kebakaran.

Selain itu, dia meminta perusahaan pelayaran memberikan ganti rugi atas barang pribadi penumpang yang hilang atau rusak. Kompensasi juga diharapkan mencakup muatan kendaraan yang terdampak. Udin berharap insiden itu menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi perusahaan pelayaran agar tidak lagi mengoperasikan armada yang diduga bermasalah. "Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Baca Juga: Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Lima Anak Tak Tercatat, Sekoci Tidak Ada

Menhub Pastikan Hak Korban Terpenuhi

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau Posko Terpadu penanganan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Surabaya, kemarin (3/8). Dudy menegaskan, keselamatan dan perlindungan seluruh penumpang menjadi prioritas utama pemerintah. Karena itu, Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Sumenep, operator kapal, rumah sakit, PT Jasa Raharja, Pelindo, dan instansi terkait. Tujuannya mempercepat penanganan korban secara terpadu.

Menurut Dudy, pemerintah memastikan seluruh penumpang memperoleh penanganan yang layak. Mulai proses evakuasi, pelayanan kesehatan, pendampingan kepada keluarga, hingga pemenuhan hak sesuai ketentuan yang berlaku. Kemenhub juga mengawasi agar operator kapal dan pihak terkait memenuhi seluruh kewajiban kepada penumpang maupun korban. (raf/zam/oni)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
Headline KMP Mutiara Sentosa 2