Pembacaan Alkitab : 1 Timotius 1:8-11
TEMA : PEMBAWA BERITA INJIL ALLAH YANG MULIA DAN TERPUJI
"yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan terpuji...." (ay. 11)
Apa arti Injil bagi kita sebagai orang percaya? Apakah Injil Yesus Kristus sungguh penting dan berdampak bagi kehidupan kita?
Sudahkah kita memiliki pemahaman dan keyakinan yang benar serta kokoh akan Injil Yesus Kristus?
Pertanyaan-pertanyaan ini menolong kita memeriksa kembali apakah Injil hanya kita dengar sebagai ajaran gerejawi, atau sungguh kita hayati sebagai kabar keselamatan yang membentuk hidup kita.
Bacaan malam ini memperlihatkan bagaimana Rasul Paulus menyebut Injil sebagai Injil yang mulia.
Kemuliaan Allah memang dapat dilihat dalam karya penciptaan dan pemeliharaan-Nya, tetapi di dalam Injil kemuliaan itu tampak semakin nyata melalui karya keselamatan Yesus Kristus.
Bagi Paulus, pemberitaan Injil adalah kehormatan besar dan anugerah yang dipercayakan Allah kepadanya.
Penetapan jalan keselamatan di dalam Injil Kristus adalah karya Allah sendiri, sedangkan pemberitaan keselamatan itu dipercayakan kepada para rasul, para pelayan Tuhan, dan gereja Nya.
Karena itu, pelayanan Injil adalah kepercayaan yang mulia, sebab di dalam Injil nyata kemuliaan Allah yang menyelamatkan manusia di dalam Yesus Kristus.
Malam ini kita diajak untuk tidak menyia-nyiakan anugerah dan kasih karunia yang ada di dalam Injil yang mulia itu.
Injil bukan hanya untuk diketahui, melainkan untuk dihidupi. Kita dipercaya untuk hidup dalam terang Injil, memelihara keyakinan yang benar tentang Kristus, dan memberitakan Injil melalui perkataan, sikap, serta cara hidup kita.
Dengan demikian, Injil menjadi dasar iman, arah hidup, dan kekuatan untuk bersaksi dengan rendah hati di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat kita setiap hari, dalam pekerjaan, pelayanan, dan perjumpaan.
Selama kita hidup sebagai pelayan Yesus Kristus, biarlah hidup kita menjadi kesaksian tentang Injil yang mulia itu. Amin.
Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk memberitakan Injil-Mu yang mulia dengan mengandalkan Engkau segenap hati. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow