JAGOSATU.COM - Bernafsu mengejar kemenangan guna mengamankan puncak klasemen Grup A, timnas Indonesia malah tampil amburadul. Bahkan sejak menit ke-37 tinggal main 10 orang. Playmaker Thom Haye dikartu merah wasit akibat menginjak kaki winger Malaysia, Arief Aiman.
Dengan 11 pemain saja tampak kesulitan masuk ke garis pertahanan lawan, apalagi hanya tersisa 10 orang. Alhasil Kevin Diks dkk jadi bulan-bulanan sang musuh bebuyutan, Malaysia.
Sial bagi Malaysia, keunggulan jumlah pemain tak dimanfaatkan dengan baik. Barisan penyerang Harimau Malaya membuang banyak sekali peluang. Anak asuh pelatih Tan Cheng Hoe seperti kehabisan akal membongkar pertahanan grendel Indonesia.
Selain penampilan gemilang kiper Maarten Paes, tak kalah gacor adalah duet tembok kembar, Elkan Baggot dan Justin Hubner. Baggot, bek Millwall itu berulangkali menggagalkan peluang emas penyerang Malaysia. Hubner bahkan menggagalkan peluang gol 99,9 persen lawan pada menit ke-90+4 dari 6 menit tambahan waktu. Bek Fortuna Sittard itu memasang dada menahan sepakan keras striker Malaysia dari kemelut di kotak 16.
Pelatih John Herdman selamat dari hujatan kekalahan. Tapi dia menerima jutaan cacian dari netizen tanah air. Ia dicap pelatih miskin taktik. Jika saat lawan Singapura masih dibela karena alasan main pragmatis (asal menang) mengingat beberapa pemain abroad masih kelelahan, kali ini netizen to the point: pelatih goblok!
Dengan skuad termewah se Asean dengan nilai Rp379 Miliar, skuad Garuda lebih mengandalkan long pass melawan negeri jiran yang total nilai pemainnya hanya Rp126 Miliar. Itu pertanda, nilai pasar pemain tak menjamin bakal memetik kemenangan dengan mudah. Malah nyaris keok, jika saja lawan lihai memanfaatkan segepok peluang gol.
John Herdman patut berterima kasih kepada skuad Malaysia karena tak bisa menceplos satu pun gol ke gawang Maarten Paes. Kiper kedua Ajax Amsterdam itu menunjukkan kelasnya di bawah mistar gawang merah putih.
Hasil ini jelas tak menguntungkan posisi timnas Indonesia. Ambisi juara di turnamen FIFA Asean Cup sepertinya sulit dipenuhi jika melihat taktik yang dipakai pelatih asal Inggris itu. Tampilnya nyaris seluruh pemain abroad Eropa, tak bisa dimaksimakan eks pelatih timnas Kanada itu mencetak kemenangan meyakinkan.
Di hadapan 58 ribu penonton Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), timnas yang kali ini tanpa kapten andalan, Jay Idzes kelimpungan menahan gempuran Harimau Malaya.
Hasil imbang hanya menambah poin jadi 4, setelah pada laga sebelumnya cuma menang 2-0 lawan Singapura. Poin yang sama juga dipetik Malaysia. Pasukan negeri jiran tetap di puncak klasemen berkat kemenangan 3-0 atas Bangladesh di laga perdana dan mengimbangi timnas tuan rumah, 0-0. Mereka unggul selisih gol.
Di pertandingan sorenya di Grup A, Singapura mengalahkan Bangladesh dengan skor 1-0. Hasil itu tetap membuat The Lions di peringkat tiga klasemen.
Nanti pada laga pamungkas Kamis (1/10), jadi penentuan tiga tim. Kecuali Bangladesh, Saingapura, Indonesia dan Malaysia masih berpeluang menjadi juara grup, yang otomatis berhak tampil di final perebutan juara satu. Sedangkan runner up hanya akan bertarung dalam perebutan tempat ketiga.
Hitungannya, jika Malaysia mampu mengalahkan Singapura dengan skor besar, maka Indonesia dituntut menggelontor gol ke gawang Bangladesh lebih banyak daripada Malaysia. Apabila Singapura bisa mengalahkan Singapura, Indonesia cukup menang 1 gol lawan Bangladesh sudah lolos ke final.
Tapi, jika dilihat dari materi pemain, Malaysia bisa mengatasi Singapura. Indonesia pun di atas kertas mampu mengalahkan Bangladesh. Akan repot jika selisih golnya sama. Jika itu yang terjadi, maka opsi kedua yang dipakai FIFA. Yakni, disiplin. Dalam urusan ini, Malaysia sudah unggul karena Indonesia sudah menerima kartu merah. Asalkan lawan Singapura menang dan tak ada pemain mereka yang diusir wasit.
Apa boleh buat, jalan satu-satunya mengoyak gawang Bangladesh sebanyak mungkin. Dan berharap Malaysia hanya menang dengan selisih satu atau dua gol lawan Singapura.
Situasi begini amat tidak mengenakan. Sebab, hasil pertandingan tidak ditentukan oleh diri sendiri. Melainkan berharap keberuntungan dari tim lain.
Di sisi lain, supporter timnas Indonesia yang memenuhi SUGBK spontan meneriakan nama Shin Tae-yong. Entah siapa yang komando, nama pria yang kini melatih Persija Jakarta itu serentak diteriakkan usai pertandingan lawan Malaysia. Bahkan nama STY sudah menggema sebelum timnas berkumpul di tengah lapangan menyanyikan ritual Tanah Airku. Setelah ritual wajib itu, terikana penonton ke eks pelatih timnas asal Korsel yang dipecat Ketum PSSI Erick Thohir Desember 2025 tersebut tanpa alasan jelas, kian menggema. Fans Garuda rupanya tak puas dengan penampilan timnas di bawah asuhan Herdman. Apalagi tak bisa menang lawan Malaysia, yang otomaris memperpanjang rekor imbang dan belum bisa menyamai rekor kemenangan yang berjarak satu lawan Malaysia.
Wajar, sebab di era STY, jangankan Malaysia, Thailand dan Vietnam saja bisa dikalahkan timnas Indonesia. Tapi, teriakan itu dianggap angina lalu oleh petinggi PSSI. Mereka menilai hanya luasan emosi sesaat.
PSSI nampak masih yakin skuad Garuda bisa melenggang ke final dan juara. Meski dengan penampilan monoton nan membosankan.(ril)
Skenario Indonesia Lolos Final
Hanya juara grup yang berhak lolos ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026. Maka hasil imbang 0-0 lawan Malaysia adalah kerugian besar bagi Indonesia. Juga wajib menang atas Bangladesh di laga pamungkas sembari bergantung pada hasil laga Malaysia vs Singapura.
Klasemen Sementara Grup A
Pos Tim Main Menang Seri Kalah Gol Poin
1. Malaysia 2 1 1 0 +3 (3-0) 4
2. Indonesia 2 1 1 0 +2 (2-0) 4
3. Singapura 2 1 0 1 0 (1-2) 3
4. Bangladesh 2 0 0 2 -4 (0-4) 0
Skenario Utama:
Indonesia Menang Besar atas Bangladesh dan di laga lain Malaysia menang atas Singapura.
Syarat:
Karena Malaysia unggul selisih gol (+3 berbanding +2), Indonesia harus mencetak gol sebanyak-banyaknya, jika perlu pesta gol ke gawang Bangladesh.
Skuad Garuda wajib mengakhiri fase grup dengan keunggulan selisih gol atau produktivitas gol yang lebih tinggi daripada Malaysia.
Skenario Aman:
Indonesia Menang, Malaysia Imbang/Kalah
Kondisi:
Indonesia sukses memetik 3 poin dari Bangladesh.
Syarat:
Di pertandingan lainnya, Malaysia ditahan imbang atau dikalahkan oleh Singapura. Jika hal ini terjadi, Indonesia otomatis melaju ke final sebagai juara grup tanpa perlu pusing menghitung selisih gol.
Skenario Gugur:
Indonesia Imbang atau Kalah
Jika Indonesia hanya bermain imbang atau kalah melawan Bangladesh, Indonesia dipastikan langsung gugur. Hasil ini jelas menutup peluang finis di peringkat pertama, apa pun hasil dari laga Malaysia vs Singapura.***
Jadwal Pertandingan Ketiga Grup A:
Kamis, 1 Oktober 2026
Pukul 17.00 WITA: Singapura vs Malaysia
Pukul 20.30 WITA: Indonesia vs Bangladesh.***
Editor : Hairil Paputungan