Bacarek Unsrat Sengit dan Ketat, 4 Nama Mencuat, Prof Grace Kandou Primadona

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 23:19 WIB
DIJAGOKAN: Prof Dr dr Grace Kandou salah satu bacarek Unsrat yang mendapat dukungan luas. (foto:ist)
DIJAGOKAN: Prof Dr dr Grace Kandou salah satu bacarek Unsrat yang mendapat dukungan luas. (foto:ist)

JAGOSATU.COM - Suksesi Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado akan berlangsung pada Oktober 2026. Civitas Akademika kampus abu-abu ini akan memilih pemimpin baru yang akan menjabat Rektor periode 2026-2030. Untuk diketahui, periode kepemimpinan rektor di perguruan tinggi hanya empat tahun.

Prof Royke Montolalu, kans suksesor Prof Berty Sompie. (foto:ist)
Prof Royke Montolalu, kans suksesor Prof Berty Sompie. (foto:ist)

Yang terpilih akan menggantikan Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng.

Sompie menjabat rektor Unsrat periode 2022-2026. Akan tetapi Prof Sompie dicopot di ujung masa jabatan. Posisinya oleh Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarso di-Plt-kan kepada Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Prof Jamaluddin sendiri adalah Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Dr dr Rocky Wilar, memiliki popularitas. (foto:ist)
Dr dr Rocky Wilar, memiliki popularitas. (foto:ist)

Dari informasi yang beredar, Prof Sompie harus lengser dan jabatan rektor diserahkan ke Plt untuk mengantar Unsrat ke Pilrek definitif. Dia diganti karena diduga terseret beberapa masalah yang melanggar statuta. Antara lain, mengangkat 3 pejabat, yaitu Wakil Rektor 3, Dekan Fakultas Kedokteran dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Ada juga kasus yang sejak lama menjadi sorotan publik. Yakni kasus PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialus). Masalah ini bertautan dengan perundungan (bullying) oleh dokter senior terhadap dokter coas. 

Dr Ferry Daud Liando, jagoan Pemilu yang masuk bursa Bacarek Unsrat. (foto:ist)
Dr Ferry Daud Liando, jagoan Pemilu yang masuk bursa Bacarek Unsrat. (foto:ist)

Atas dasar itulah Mendiktisaintek menunjuk Plt Rektor UNSRAT melalui Surat Perintah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 18922/M/KPT.KP/2026 tertanggal 4 Agustus 2026, efektif berlaku sejak 5 Agustus 2026.

Tugas Prof Jamaluddin adalah melaksanakan Pilrek hingga dilantiknya rektor definitif hasil Pilrek Oktober ini.

Lalu, siapa saja yang sudah masuk radar sebagai bakal calon rektor Unsrat?

Dari berbagai selentingan yang beredar, 4 nama sudah mencuat ke publik. Mereka antara lain, Prof Royke Montolalu, Dr Rocky Wilar, Prof. Grace Kandou dan Dr Ferry Daud Liando.

Nama pertama, Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc. adalah akademisi Unsrat yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan. Dia baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) pada awal 2025.

Profil Lengkapnya:

-       Prof. Dr. Royke Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc.

-       Tempat, Tanggal Lahir: Tomohon, 9 Maret 1973

-       Fakultas: Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)

Sebelum masuk di level rektortat, dia telah memegang berbagai posisi penting di Unsrat.

Dia dilantik Prof Sompie sebagai Warek II pada Juli 2024, menggantikan Prof. Dr. Ronny A. Maramis, SH, MH.

Prof Royke juga menjabat Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat sejak Februari 2022.

Pernah juga menjadi Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat.

Dan tentu saja dosen tetap di program S1 hingga S3.

Prof. Royke menuntaskan studi tertinggi di bidang perikanan dan ilmu kelautan, dengan fokus keahlian lewat institusi internasional di Jepang:

S1: 1991–1997: Universitas Sam Ratulangi, Manado.

S2: 2005–2007: Tokyo University of Marine Science and Technology, Jepang.

S3: 2007–2010: Tokyo University of Marine Science and Technology, Jepang.

Dia juga aktif di bidang penelitian. Fokusnya riset yang kuat pada Teknologi Pengolahan Produk Perikanan, Ilmu Pangan, dan Bioteknologi Rumput Laut.

 

Nama berikut dan merupakan kandidat yang paling banyak disebut adalah Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes. Prof Grace, panggilannya, adalah Guru Besar dan mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat.

Prof Grace juga pernah mencalonkan sebagai rektor pada Pilrek periode lalu 2018-2022 dan 2022-2026.

Dia menjabat sebagai Dekan FKM Unsrat periode 2015–2019.

Prof Grace menjadi primadona dalam Pilrek periode ini mengingat dianggap berpengalaman mengikuti dua kali Pilrek dan sangat memahami kultur Unsrat sebagai perguruan tinggi nomor satu di Sulut.

 

Nama lainnya yang juga mencuat adalah Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A, Subsp. Neo(K). Dia seorang Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neonatologi yang dikenal luas di Manado dan Sulut. Dr Rocky merupakan pakar dalam penanganan masalah kesehatan bayi baru lahir (neonatus). Lebih spesifik bayi prematur dan dalam perawatan intensif neonatus (NICU).

Dr Rocky menjabat sebagai Ketua Bagian Ilmu Kesehatan Anak dan Ketua Divisi Neonatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

• Riwayat Pendidikan:

• Lulus Dokter Umum dari Universitas Sam Ratulangi (1996).

• Lulus Spesialis Anak (Sp.A) dari Universitas Sam Ratulangi (2005).

• Meraih Gelar Konsultan Perinatologi/Neonatologi dari Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia (2011).

• Meraih Gelar Doktor (S3) dari Universitas Hasanuddin (2015).

• Dia juga aktif dalam kepengurusan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulut.

 

Dan nama terakhir yang kini juga muncul ke permukaan adalah Dr. Ferry Daud Markus Liando, S.IP., M.Si. Dr Ferry adalah akademisi, pengamat politik, dan pakar kepemiluan yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat.

Mantan wartawan ini aktif pula di berbabai seminar politik lokal dan nasional.

Dia aktif sebagai dosen Ilmu Pemerintahan: Selain sebagai dekan, ia merupakan dosen tetap di lingkungan FISIP Unsrat dengan keahlian utama di bidang Ilmu Pemerintahan dan sistem pemilu.

Dr Ferry meraih gelar S.IP pada tahun 1999.

Dia tergolong vokal dan aktif dalam mengawal isu-isu demokrasi dan kepemiluan di Indonesia.

Antara lain sebagai Juri Nasional Bawaslu. Dia sering dipercaya oleh Bawaslu RI sebagai Juri Nasional dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia.

Lalu menjadi Tim Pemeriksa Daerah (TPD) DKPP. Dr Ferry juga memiliki pengalaman luas di bidang penegakan kode etik penyelenggara pemilu dengan dipercaya menjabat sebagai anggota TPD Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI selama dua periode.

Sering menjadi pembicara dalam berbagai seminar nasional bersama lembaga riset terkemuka seperti Populi Center, Litbang Kompas dan lainnya. Membedah regulasi seperti revisi UU Pemilu. Juga kerap memberikan evaluasi kritis terhadap kinerja partai politik dan lembaga pengawas seperti Bawaslu

Syarat Calon Rektor

Syarat menjadi rektor di perguruan tinggi negeri (PTN) antara lain berpendidikan minimal Doktor (S3), jabatan akademik paling rendah Lektor Kepala, dan berusia maksimal 60 tahun saat akhir masa jabatan.

Rincian Syarat Umum Calon Rektor:

• Berpendidikan minimal Doktor (S3).

• Jabatan Fungsional: Status dosen tetap (PNS atau non-PNS tergantung aturan instansi) dengan jenjang akademik minimal Lektor Kepala.

• Pengalaman Manajerial: Memiliki pengalaman memimpin minimal sebagai ketua jurusan, sekretaris lembaga, atau setara selama paling singkat 2 tahun.

• Batas Usia: Berusia paling tinggi 60 tahun pada saat berakhirnya masa jabatan rektor yang sedang berjalan.

Persyaratan Administrasi & Integritas

• Kesehatan: Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari narkotika dan zat adiktif (dibuktikan dari rumah sakit pemerintah).

• Catatan Hukum: Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap serta tidak sedang menjalani hukuman disiplin sedang atau berat.

• Integritas: Bebas dari plagiarisme dan wajib menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

• Komitmen: Bersedia dicalonkan secara tertulis dan tidak sedang menjalani tugas/izin belajar lebih dari 6 bulan.(jfy/dbs/dth)

Editor : Hairil Paputungan
Pilrek Unsrat Manado