Riset Digital SSI: Sentimen Positif dan Sikap Pro Prabowo Masih Dominan, Capai 59,6%, Pendidikan T

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 21:17 WIB
(SSI)
(SSI)

JAGOSATU.COM - Pada Selasa 20 Oktober 2026, Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka genap berusia dua tahun.  Secara umum sentiment positif terhadap Prabowo masih di atas 50 persen. Angka tepatnya 56,6 persen. Prosentase tinggi itu berdasarkan analisis pemantauan digital Sintesa Strategi Indonesia (SSI). Pendidikan menjadi bidang dengan skor sentiment bersih tertinggi. Namun, bidang hukum mencatat proporsi negative terendah.  

ssi
ssi

Temuan tersebut tercantum dalam laporan bertajuk Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Skor 5 Segmen, Skor Kabinet & Future Confidence Index, yang disusun berdasarkan pemantauan pemberitaan dan percakapan digital pada 1 Juni hingga 17 Oktober 2026.

ssi
ssi

Kajian yang dipaparkan Direktur SSI Ikrama Masloman, itu memetakan sentimen terhadap Prabowo, respons digital pada lima bidang, keterkaitan narasi pejabat kabinet dengan presiden, serta sinyal keyakinan terhadap masa depan Indonesia melalui Future Confidence Index (FCI).

ssi
ssi

SSI menyampaikan bahwa ruang digital sebagai tempat bertemunya apresiasi terhadap capaian pemerintah, kritik atas pelaksanaan kebijakan, dan harapan terhadap masa depan Indonesia.

ssi
ssi

Capaian program dan agenda pembangunan berjalan beriringan dengan kritik mengenai tata kelola, persoalan pelayanan, serta tantangan iklim dan kebencanaan.

ssi
ssi

Pemantauan dilakukan SSI di X, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, dan media daring menggunakan metode keyword-based crawling.

Data yang terkumpul kemudian melalui seleksi relevansi, penghapusan duplikasi, dan klasifikasi otomatis.

ssi
ssi

Sentimen Positif dan Sikap Pro Mendominasi

Hasil klasifikasi SSI menunjukkan sentimen positif terhadap kata kunci Prabowo mencapai 59,6 persen. Sentimen negatif tercatat 15,2 persen, sedangkan sentimen netral sebesar 25,2 persen.

ssi
ssi

 

Pada dimensi stance atau sikap yang tergambar dalam narasi, kategori pro mencapai 64,6 persen, kategori kontra 9,3 persen, dan netral 26,1 persen.

 

SSI membedakan sentimen sebagai muatan emosi dalam narasi dan stance sebagai sikap yang ditunjukkan narasi tersebut. Karena itu, proporsi sentimen positif tidak identik dengan persentase dukungan terhadap Prabowo.

Perbedaan juga terlihat antara media sosial dan media daring. Sentimen negatif di media sosial mencapai 17,7 persen, sedangkan pada pemberitaan media daring tercatat 5,9 persen.

 

Dalam rincian klasifikasi yang dipaparkan SSI, komposisi sentimen di media sosial terdiri atas 59,5 persen positif, 17,7 persen negatif, dan 22,8 persen netral. Sementara itu, pada media daring, sentimen positif mencapai 59,8 persen, sentimen negatif 5,9 persen, dan netral 34,3 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif mendominasi kedua kelompok sumber yang dipantau. Namun, proporsi sentimen negatif lebih besar di media sosial dibanding pemberitaan media daring.

Pendidikan Terkuat, Hukum Titik Kritik

Pada analisis lima bidang, SSI mencatat volume gabungan sebesar 126.105.195. Bidang yang dianalisis meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, hukum, dan keamanan.

Berdasarkan skor sentimen bersih gabungan, kelima bidang memperoleh skor +61,7. Pendidikan menempati posisi tertinggi dengan skor +79,2, diikuti kesehatan dengan +75,5.

Hasil klasifikasi juga menunjukkan bahwa pendidikan memiliki proporsi sentimen positif sebesar 85,9 persen dan negatif 6,7 persen. Pada bidang kesehatan, sentimen positif mencapai 83,2 persen, sedangkan sentimen negatif 7,7 persen.

Sebaliknya, hukum mencatat skor sentimen bersih terendah di antara lima bidang, yakni +62,4. Bidang ini sekaligus memiliki proporsi sentimen negatif terbesar, mencapai 28,1 persen, sementara sentimen positif tercatat 58,8 persen.

Meski menjadi bidang dengan skor terendah, skor sentimen bersih hukum masih berada di wilayah positif menurut skala yang digunakan dalam laporan SSI.

Sinyal Optimisme Masa Depan melalui FCI

Kajian SSI juga memperkenalkan Future Confidence Index (FCI) untuk mengukur ekspektasi publik terhadap masa depan Indonesia.

Secara agregat selama lima bulan terakhir (Juni–Oktober 2026), indeks kepercayaan ini berada di wilayah positif dengan rasio sinyal positif sebesar 1,21.

Angka di atas ambang batas 1,00 ini menandakan bahwa netizen di ruang digital secara umum masih didominasi oleh rasa optimis dan menaruh harapan kuat pada masa depan.

Akan tetapi, SSI memberi catatan kritis bahwa pada periode 1 hingga 17 Oktober 2026, volume sinyal tekanan sempat sedikit menyalip sinyal peluang dengan rasio 0,9285. Namun, angka penurunan di bulan Oktober ini belum bersifat utuh mengingat penarikan data baru dilakukan hingga pertengahan bulan.

Paparan Pejabat Kabinet Terkonsentrasi pada 11 Nama

Pada analisis keterkaitan narasi pejabat kabinet dan wakil presiden dengan Prabowo, SSI mencatat total paparan konten terkait 11 nama sebesar 126.439.505. Sebagai pembanding, total paparan konten terkait kata kunci Prabowo mencapai 1.224.906.406.

Berdasar perbandingan kedua angka tersebut, paparan yang berkaitan dengan 11 nama itu setara dengan sekira 10,3 persen dari total paparan terkait Prabowo yang digunakan dalam laporan.

Di antara nama yang ditampilkan, Gibran Rakabuming Raka mencatat paparan terbesar, yakni 55.235.005. Berikutnya adalah Teddy atau Letkol Teddy sebanyak 33.803.843 dan Bahlil sebanyak 18.083.696.

SSI membagi nama-nama yang dianalisis ke dalam tiga kelompok berdasarkan volume paparan. Tier 1 merupakan kelompok dominan yang terdiri atas Gibran (Wapres), Teddy (Seskab), Bahlil (Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Merangkap Menteri ESDM), Sudaryono (Kepala Badan Gizi Nasional), dan Syahganda Nainggolan (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah).

Tier 2 atau kelompok menengah mencakup AHY, Amran Sulaiman, Zulkifli Hasan, Prasetyo Hadi, Sugiono, dan Natalius Pigai.

Sementara itu, pejabat lain yang tidak masuk dua kelompok tersebut ditempatkan dalam Tier 3 apabila paparan terkait kata kunci Prabowo berada di bawah 500.000.

Pembagian ini digunakan untuk menggambarkan konsentrasi paparan dan keterkaitan narasi nama-nama pejabat dengan kata kunci Prabowo, bukan untuk menentukan peringkat kinerja mereka.

Syahganda dan Zulkifli Hasan mencatat sentimen positif tertinggi di kelompoknya

Dalam klasifikasi percakapan mengenai Prabowo yang dikaitkan dengan nama-nama pejabat Tier 1, Syahganda atau Nainggolan mencatat proporsi sentimen positif tertinggi sebesar 65 persen.

Bahlil berada di urutan berikutnya dengan 57,4 persen, disusul Teddy sebesar 55 persen.

Sementara, Gibran memiliki proporsi sentimen negatif terbesar di kelompok tersebut, yakni 25,9 persen. Sentimen netral dalam percakapan yang dikaitkan dengan namanya mencapai 45,1 persen.

Pada kelompok Tier 2, Zulkifli Hasan mencatat proporsi sentimen positif tertinggi sebesar 62,1 persen. AHY menyusul dengan 58,3 persen, sedangkan Amran Sulaiman mencapai 55,3 persen.

Proporsi sentimen negatif Zulkifli Hasan tercatat 18,5 persen. Natalius Pigai mencatat sentimen negatif 13,6 persen, sedangkan Amran Sulaiman sebesar 12,8 persen.

ssi
ssi

Seluruh angka tersebut merupakan hasil klasifikasi sentimen dalam percakapan yang mengaitkan kata kunci Prabowo dengan nama-nama pejabat terkait.

Persentase tersebut tidak dapat langsung ditafsirkan sebagai tingkat persetujuan atau penolakan masyarakat terhadap kinerja masing-masing pejabat.(***)

Editor : Hairil Paputungan
Jelang 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran