Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 27 Oktober 2026,  Ibrani 2:15-18  Mampu Karena Merasakan

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:14 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Ibrani 2:15-18

TEMA : MAMPU KARENA MERASAKAN

"Karena la sendiri telah menderita ketika dicobai, la dapat menolong mereka yang sedang dicobai" (ay.18)

Renungan malam ini menjadi bagian dari renungan pagi. Kita diingatkan Kristus yang datang ke dunia menjadi sama dengan manusia.

Kristus yang datang "sama dengan manusia" menjadi rencana Allah menyelamatkan umat-Nya.

Renungan sore menegaskan bahwa Allah memahami keadaan dan kondisi manusia dan hadir bagi siapa tanpa terkecuali.

Allah tidak membedakan atau tanpa memandang latar belakang, bangsa, tingkat ekonomi, kemampuan berpikir, status sosial, disb..

Ayat 18 menyatakan bahwa Allah mampu menolong karena merasakan penderitaan.

Allah merasakan segala pergumulan dan keselamatan yang menjadi harapan umat.

Dan karenanya la harus disamakan dengan saudara-saudaranya sehingga menjadi Imam Besar sebagai pendamai dosa maut (ay.17).

Dengan demikian, kehadiran-Nya membuat manusia tidak merasakan kekuatiran atas maut yang mengancam.

Mereka yakin Allah memulihkan kekuatan iman mereka, 'semua orang beriman.

Pernyataan ini menjadi angin segar bagi siapa saja yang beriman dan setia kepada-Nya.

'Kita memberi karena pernah merasakan kekurangan’. Ungkapan tersebut mencoba memahami alasan mengapa Allah 'sama dengan manusia.

Dengan merasakan penderitaan yang dialami manusia sehingga la menolong manusia yang menderita.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga diharapkan mampu untuk menopang dan menolong sesama.

Namun sering kita melakukan sekadar untuk membuktikan bahwa kita bisa dan mampu.

Persoalannya adalah apakah kita merasakan apa yang dialami seseorang sehingga tindakan kita sungguh murni.

Kita perlu membuka hati untuk mengenal dan memahami sesama. Rasa merasakan' mungkin masih belum menjadi bagian dalam diri kita.

Kita bertindak justru berdasarkan rasa 'keinginan diri. Artinya kita melakukan sesuatu bagi sesama karena demi menjaga nama, popularitas bahkan kekuasaan.

Saatnya kita membuka hati bagi sesama agar pertolongan mampu kita lakukan dalam kemurnian. Amin.

 

Doa: Ya Allah, berkati kami untuk setiap pengalaman yang menjadi kekuatan kami menopang sesama. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT