Dr Taufiq dan Dr Flora Deklarasi Siap Bertarung, Tensi Pilrek Unsrat Panas!

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:22 WIB
TURUN GELANGGANG: Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA., CIoB., PAK (K), Dekan Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta, siap panaskan tensi Pilrek Unsrat periode 2026-20231. (foto;dok)
TURUN GELANGGANG: Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA., CIoB., PAK (K), Dekan Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta, siap panaskan tensi Pilrek Unsrat periode 2026-20231. (foto;dok)

JAGOSATU.COM - Dua akademisi Universitas Samratulangi Manado yang dikenal memiliki  jiwa patarung, menyatakan siap turun gelanggang mengikuti suksesi Rektor Unsrat. Keduanya adalah Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA., CIoB., PAK (K). Dia sekarang menjabat Dekan Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta dengan Jabatan fungsional Lektor Kepala, juga pernah menjabat ⁠Kepala Pusat Studi Otak dan Perilaku Sosial UNSRAT.

PERCAYA DIRI: Dr Flora Fricilla Kalalo SH, MH, MKn, eks WR II dan Dekan Fakultas Hukum Unsrat berpengalaman mengikuti suksesi Rektor Unsrat. Kini ia menyatakan diri siap kembali bertarung. (foto:dok)
PERCAYA DIRI: Dr Flora Fricilla Kalalo SH, MH, MKn, eks WR II dan Dekan Fakultas Hukum Unsrat berpengalaman mengikuti suksesi Rektor Unsrat. Kini ia menyatakan diri siap kembali bertarung. (foto:dok)

Nama berikut adalah Dr Flora Pricilla Kalalo, SH, MH, MKn, mantan Dekan Fakultas Hukum yang kini menjabat Kepala Pusat Studi Hak Atas Kekayaan Intelektual dan Inovasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Unsrat.

Kemunculan dua nama ini membuat suksesi rektor Unsrat periode 2026-2031 makin sengit. Apalagi sebelumnya sudah 4 nama mencuat ke publik. Yaitu Prof Royke Montolalu, Dr Rocky Wilar, Prof Grace Kandou dan Dr Ferry Liando.

Prof. Dr. Royke Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc. saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Unsrat dan naru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) awal 2025. Ia berlatar keilmuan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Kemudian Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes, seorang Guru Besar dan mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat periode 2015–2019.

Prof Grace pernah mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Rektor Unsrat pada suksesi rektor periode 2018–2022 dan 2022–2026.

Nama berikut adalaH Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A, Subsp. Neo(K), dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neonatologi. Dia baru saja dilantik sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Sebelumny menjabat Ketua Bagian Ilmu Kesehatan Anak serta Ketua Divisi Neonatologi di Fakultas Kedokteran.

Dan terakhir, Dr. Ferry Daud Markus Liando, S.IP., M.Si. Seorang akademisi, pengamat politik, dan pakar kepemiluan yang sedang menjabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat.

Dengan ketambahan Dr Taufiq yang baru saja dianugerahi Adjunct Professor in Neuroscience-Universiti Geomatika Malaysia, itu dan Dr Flora yang juga pernah duduk di kursi Wakil Rektor II, dipastikan pertarungan perebutan kursi Bukit Kleak 1 (llokasi gedung Rektorat Unsrat), bakal makin ketat dan seru.

‘’Saya siap maju. Meski kini menjabat Dekan FK UPN Veteran Jakarta, status saya masih dosen Unsrat,’’ tegas mantan aktivis mahasiswa yang dikenal sebagai pakar otak  (Neuroanatomi dan Neurosains Spiritual) ini.   

Dr TP, singkatan namanya, mengaku terpanggil ‘pulang kampung’ untuk membawa Unsrat menjadi universitas yang makin diperhitungkan di level nasional dan dunia internasional. Dia yakin 70 anggota senat Unsrat akan dirangkul guna mengamankan kursi Bukit Kleak 1. ‘’Sebagai putra daerah saya turut terpanggil untuk mengabdi di tanah kelahiran. Saya memiliki prinsip, Yakin Usaha Sampai,’’ ucap jebolan deretan universitas ternama di tanah air itu.

Demikan pula dengan Dr Flora Kalalo. Perempuan yang sudah malang melintang dengan deretan jabatan mentereng di Unsrat itu menyatakan kesiapannya merebut hati anggota senat dan Kementrian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dr Flora pernah mengikuti Pilres Unsrat  periode 2018–2022. ‘’Jika ditanya siapa calon rektor terkuat, maka saya percaya diri menjawab; Dr Flora Kalalo,’’ ujar eks Dekan Fakultas Hukum Unsrat itu.

Dari sisi usia, Dr TP dan Dr Flora masih sangat mumpuni. Dr TP kelahiran 1970 (56 tahun) dan Dr Flora kelahiran 1967 (59 tahun). Batas usia bakal calon rektor adalah 60 tahun saat pelantikan, sesuai dengan Statuta Unsrat.

Kemunculan Dr Taufiq dan Dr Flora membuat keheboan di kalangan civitas akademika kampus abu-abu itu. Apalagi keduanya memiliki latar akademik yang sangat mumpuni dengan kepakarannya. Dr TP misalnya, selain namanya terus melambung di aras nasional, ia laris dalam berbagai seminar dan nara sumber di media-media nasional. Eks Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang kini masih menjabat sebagai salah satu Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulut itu juga subur menerbitkan buku-buku sains yang acap jadi rujukan kesehatan nasional, khususnya di bidang neurosains. Ia bahkan menggabungkan bidang keilmuan hukum dan kesehatan.

Dr TP juga memiliki jejaring kaut di level elit Jakarta. Baik sesama aktivis mahasiswa dulu yang kini memegang banyak jabatan kunci di pemerintahan, dan juga jaringan organisasi kemaysarakatan lainnya.  

Dan yang terpenting, baik Dr TP maupun Dr Flora memiliki integritas yang tak diragukan lagi sebagai calon pemimpin level perguruan tinggi di Indonesia.

‘’Intinya, demi Unsrat, kita harus siap berkorban. Meski pun sudah lama dipercaya sebagai Dekan FK UPN Veteran Jakarta, saya selalu siap pulang kampung demi Unsrat,’’ tukas eks Pimpinan Daerah Muhammadiyah Manado itu.

Sementara, Dr Flora Kalalo yang dikenal aktivis Gereja Katolik Sulut, memiliki rekam jejak mentereng sebagai WR 2 di masa kepemimpinan Rektor Prof Ellen Kumaat. ‘’Setiap orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama dengan catatan memenuhi kriteria seperti dalam statuta. Dan paling penting adalah riwayat jabatan tidak dikatrol karena kepentingan politik internal, khususnya dalam proses suksesi rektor. Ini saya garisbawahi mengingat sudah pernah kasus seperti ini terjadi di Unsrat yang ujung-ujungnya berakibat fatal bagi tahapan suksesi. Saya percaya Kemendiktisaintek akan lebih selektif dalam menentukan bakal calon menjadi calon rektor, setelah belajar dari kesalahan pada Pilrek sebelum-sebelumnya,’’ urai istri mendiang MSE Roy Pangemanan SH, MH, notaris kenamaan Sulut.

Tahapan suksesi rektot Unsrat belum dikeluarkan secara resmi. Pekan lalu, baru dikukuhkan 70 anggota senat yang berhak menjadi voters dalam suksesi. ‘’Yang pasti per 15 November 2026, Kemendiktisaintek sudah memberi deadline, Unsrat sudah selesai memilih rektor baru. Saat ini Unsrat dipimpin Plt Rektor, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc. Prof Jamaluddin yang sedang menjabat Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, itu ditunjuk sebagai Plt oleh Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto PhD, setelah mencopot Prof Berty Sompie dari kursi Rektor Unsrat medio Agsutus silam.

Prof Jamaluddin ditugaskan mengantar Unsrat memilih rektor baru periode 2026-2031 dengan deadline sampai 15 November 2026.(herry)  

Editor : Hairil Paputungan
Pilrek Unsrat Periode 2026-2031 Makin Sengit