Pembacaan Alkitab : Ibrani 3:1-4
TEMA : MEMBANGUN 'RUMAH BERSAMA
"Sebab setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi Allahlah yang membangun segala sesuatu" (ay.4)
Hari ini kita memperingati hari Sumpah Pemuda sebagai bagian perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Sumpah Pemuda di tahun 1928 adalah tonggak yang menyatukan tekad seluruh elemen bangsa yang majemuk bersatu.
Menyatukan semangat di tengah penjajahan yang menekan bangsa. Para pemuda tidak mau terpecah belah atau di pecah belah oleh penjajahan.
Kebersatuan suku, bahasa dan daerah menjadi kekuatan bangsa menghadapi penjajahan.
Diawali dari pertemuan di jalan Kramat Raya 106 di Jakarta tahun 1928 maka lahirlah tekad bersama yang tertuang dalan naskah Sumpah Pemuda.
Mengaku bertumpah darah satu, Tanah Air Indonesia, mengakui berbangsa satu, Bangsa Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia..
Tanggung jawab selaku orang percaya menjadi hal penting. Umat diingatkan bahwa setiap umat dipanggil dalam panggilan surgawi.
Musa menjadi contoh, bahwa peran Musa menjadi bagian dalam rencana keselamatan Allah.
Allah hendak menyatakan bahwa rencana keselamatan merupakan rancangan-Nya yang besar bagi umat yang percaya.
Namun Tuhan memakai Musa dalam menjalankan rancangan-Nya yang besar tersebut sebagai bagian 'mozaik-mozaik karya-Nya.
"Sebab setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi Allahlah yang membangun segala sesuatu (ay.4)
Dalam semangat Sumpah Pemuda tahun 2026 ini, kita menyadari ada perbedaan diantara manusia.
Kita memahami bahwa Allah menghadirkan diri manusia dengan perbedaan.
Perbedaan fisik, latar belakang kehidupan, karunia dan keinginan merupakan hal nyata.
Sidik jari menjadi bukti bahwa setiap manusia berbeda. Sumpah Pemuda menjadi rancangan besar Allah bagi perjalanan sejarah Indonesia.
Yang menjalankan bagian-bagian sejarah adalah manusia, kita sendiri.
Jika ingin menghadirkan shalom, nyatakanlah kebersamaan selaku anak bangsa yang menyadari bahwa Allah mengutus membagun 'rumah bersama Rumah kita besama. Rumah Indonesia. Amin.
Doa: TUHAN. terimakasih untuk keberagaman yang menyatukan kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow