Pembacaan Alkitab : Ibrani 3:7-13
TEMA : SALING MEMULIHKAN DALAM NASIHAT
"Tetapi, hendaklah kamu saling menasihati setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada..." (ay.13)
"Satu Tubuh" dalam konsep persekutuan tidak salah jika dimengerti dan artikan dalam pribahasa „bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh".
Ketika ada kebersamaan dan keutuhan, hasil yang dicapai lebih maksimal. Sebaliknya, jika perpecahan dan hilangnya rasa kebersamaan hasil pun menjadi jauh dari harapan.
Kekuatan terletak pada kebersatuan. Dalam konteks kemajemukan, kebersatuan menjadi pondasi penting.
Karena tanpa disadari perbedaan bisa menjadi persoalan bahkan perpecahan. Faktor paling rentang sekali.
"...hendaklah kamu saling menasihati setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini"... (ay.13) - Firman yang mengingatkan agar kita saling menasihati.
Tujuan saling menasihati agar tidak ada hati yang keras akibat dosa. Tidak ada perbuatan yang tidak benar yang masih dilakukan.
Merasakan setiap perbuatan tersebut benar. Perbuatan yang akhirnya menyebabkan perselisihan bahkan sampai perpecahan.
Ironis setiap perselisihan dan perpecahan akan meninggalkan "bekas" luka yang sulit dilupakan.
Kondisi ini menjadi penghalang hubungan kerja dan pelayanan. Allah tidak suka dengan ketidakharmonisan dan mereka yang menjadi bagian murka Allah.
Mereka yang "murtad" -keluar dari kehendak Allah. Kepada mereka inilah Allah sungguh amat murka dalam sumpah-Nya.
Menasihati selama masih "hari ini", tidak menunda dan mengulur waktu untuk mengingatkan satu sama lain.
Dalam kondisi kehidupan saling memengaruhi untuk bertindak tidak benar, saling mengingatkan menjadi bentuk pemulihan.
Pemulihan tidak untuk orang yang perlu dinasihati, tetapi untuk diri kita sendiri.
Sebelum memberi nasihat, hendaknya terlebih dahulu kita telah mengenal dan mempratikkan kebenaran dan kebaikan sejati.
Tidak mungkin, kita memberikan nasihat tetapi hidup kita tidak sepadan dengan nasihat yang disampaikan.
Dan mulailah "hari ini", jangan tunda esok. Jangan sampai terlambat (lih.:lbr. 10:24). Amin.
Doa: TUHAN, layakkan diri untuk dapat menasihatkan dan saling mengingatkan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow