Pembacaan Alkitab : Ibrani 3: 14-18
TEMA : BERPEGANG TEGUH PADA KEPUTUSAN AWAL
"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula" (ay.14)
Satu keputusan yang telah dipilih harus diwujudkan. Kenyataannya keputusan yang diambil tidak dilakukan sebagaimana seharusnya.
Kita kadang bimbang dan ragu. Kita sering berbuat tidak sesuai dengan keputusan yang diambil.
Bahkan marasakan malu saat salah mengambil keputusan. Intinya adalah apa pun keputusan yang di ambil harus di"lakoni" apa pun juga risiko dan konsekuensinya.
Firman Tuhan mengungkapkan tentang pilihan yang tidak dijalankan dengan benar.
Umat yang mengalami penderitaan perbudakan di Mesir, berteriak meminta agar Tuhan membebaskan mereka.
Tuhan mendengar dan menjawab mereka dengan mengutus Musa (lih. Kel.2:23-25).
Dalam perjalanan di padang menuju "kebebasan", justru umat yang memberontak atas tindakan yang Tuhan lakukan.
Ayat 16 menggambarkan walau umat mendengar suara-Nya, tetapi mereka tetap memberontak.
Dan Musa tidak menjadi jaminan umat setia. Kesetiaan tergantung pada diri masing- masing.
Akibat pemberontakan umat, mereka yang tidak mengalami murka dan hukuman tidak masuk ke Tanah Perjanjian.
Ada sangsi atau hukuman jika tidak konsekuensi dengan keputusan awal. Orang Israel meminta Tuhan membebaskan mereka.
Namun mereka sendiri memberontak sebagai bukti tidak percaya atas tindakan Tuhan menjawab doa dan teriakan tolong mereka.
Dalam konteks Iman, komitmen pada keputusan awal merupakan bentuk kesetiaan.
Kita percaya kepada Kristus yang menjadi Tuhan dan Juruselamat, tetapi kenyataan sehari-hari masih mempercayai kuasa lain yang diandalkan.
Tuhan tidak ingin kita "memberontak“ atas keputusan awal atas iman kita. Tuhan tidak mau kita mengalami hukuman.
Oleh karena itu, berpeganglah teguh kepada keputusan dengan memercayai hidup kepada-Nya.
Apa pun kondisi dan keadaan yang dialami, tetap pegang teguh keputusan mengikuti-Nya.
Tuhan pasti membuka dan memberikan jalan terbaik bagi kita. Tetaplah teguh, jangan goyah! Amin.
Doa: Kristus, teguhkan Iman percaya kami untuk berpegang pada kehendak-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow