Pembacaan Alkitab : Ibrani 4:9-10
TEMA : SESAAT MERENUNGKAN KARYA TUHAN
"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan" (ay.9)
Sejenak aku menoleh pada jalan yang t'lah ku tempuh. Kasih Tuhan kuperoleh, membuat ku tertegun "Jalan itu penuh liku, kadang-kadang tanpa t'rang. Tapi Tuhan membimbingku hingga aku tercengang. Kasih Tuhan membimbingku dan hatiku pun tenang." S
yair di atas menggemakan kotemplasi perjalanan jiwa bersama Allah. Ada makna pengenalan akan misteri providensia ilahi yang bekerja dalam setiap lika-liku perjalanan hidup.
Pengakuan ini menyiratkan kesadaran akan anugerah yang mendahului (prevenient grace), yang tetap bekerja meski dalam situasi "tanpa terang" sekalipun.
Penulis Ibrani mengajak kita memahami makna Sabat secara lebih substantif.
Ketika Allah berhenti pada hari ketujuh (Kejadian 2:2-3), tindakan ini bukan sekadar penghentian aktivitas, melainkan sebuah tindakan pengudusan waktu dan penegasan makna.
Sabat merupakan prototipe dari penyelenggaraan Ilahi, di mana manusia diajak untuk mengakui bahwa kehidupan ini pada hakikatnya bergantung sepenuh nya pada Allah yang memberkati dan menguduskan ciptaan-Nya.
Menyongsong peringatan 78 tahun GPIB, refleksi ini mengundang kita untuk melakukan evaluasi spiritual kolektif.
Sebagai gereja kita dipanggil untuk menelusuri jejak-jejak pemeliharaan Allah dalam sejarah pelayanan GPIB.
Pertanyaan "Setiakah kita?" perlu ditinjau ulang dalam terang komitmen reformed yang menekankan eklesiologi sebagai communio viatorum (persekutuan orang-orang yang sedang dalam perjalanan).
Dalam konteks misi GPIB di tengah tantangan zaman, "berhenti sejenak" merupakan disiplin spiritual dalam pengakuan akan karya Allah yang telah menyertai.
Jeda ini tidak pasif, melainkan waktu untuk merenungkan kembali panggilan Allah bagi gereja-Nya.
Sebagaimana Allah memberkati dan menguduskan ciptaan-Nya, demikian pula GPIB dipanggil untuk menjadi berkat dan pelaku pengudusan di tengah dunia.
Akhirnya, perenungan ini mengantar kita untuk meneguhkan komitmen umat untuk mentransformasi pelayanan GPIB di masa depan. Dirhayahu Gereja-ku! Amin.
Doa: Tuhan, ajarkan kami sejenak merenungkan "pengalaman iman" dalam hidup kami atas kasih-Mu, Amin.
Editor : Alfianne Lumantow