Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:3-4  Evaluasi Diri Ubah Keluhan

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:04 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan ALkitab : Habakuk 1:3-4

TEMA : "EVALUASI DIRI: UBAH KELUHAN MENJADI UNGKAPAN SYUKUR"

"Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, dan memandangi saja kelaliman?"..... (ay.3a)

Pertanyaan reflektif di malam ini: bolehkah kita mengeluh? Apakah mengeluh dapat menyelesaikan masalah atau menambah waktu hidup kita?

Kepada siapa kita dapat menyampaikan keluhan? Apakah keluhan kita tidak akan menjadi bahan pergunjingan atau gosip? Banyak perkara dalam kehidupan membuat kita mudah mengeluh.

Kondisi kesehatan dan ekonomi yang tidak stabil, relasi yang tidak harmonis, keamanan dan kenyamaan hidup yang terganggu, lingkungan pekerjaan dan pelayanan yang kurang kondusif, dll.

Habakuk mengeluh. Hal itu jelas tertulis dalam Alkitab. Seorang nabi Allah menyampaikan keluhan tentang kekerasan, ketidakadilan dan ketidakbenaran yang terjadi di depan matanya sendiri.

Hukum kehilangan kekuatan dan keadilan muncul terbalik (ay.3-4). Keluhan itu ia sampaikan kepada TUHAN. 

Keluhan yang berujung kepada pengakuan imannya tentang kasih dan pemeliharaan TUHAN yang nyata.

Alkitab secara jujur menyatakan bahwa orang beriman juga dapat mengeluh.

Namun keluhan itu lahir dari keprihatinan akan hidup yang tidak terarah kepada TUHAN, jauh dari kehendak-Nya.

Keluhan itu disampaikan kepada TUHAN yang memberikan jalan keluar, sehingga orang beriman dapat menanggung, menghadapi dan menyelesaikannya (bnd. 1 Kor. 10:13).

Malam ini dalam penghayatan iman di HUT GPIB ke-78, mari mengevaluasi diri (seperti Habakuk) untuk mengubah keluhan menjadi ucapan syukur.

Iniah hal ideal yang menjadi gaya hidup anak-anak Tuhan. Percayalah kepada kuasa TUHAN dan ubahlah keluhan menjadi ungkapan syukur.

Datanglah kepada TUHAN dan kita akan merasakan kelegaan. PKJ. 190 "Sampai kapan engkau mengeluh? Menggerutu hatimu kesal. Tiada hidup tanpa kemelut, s'lalu bahagia, duka tak dikenal. Reff. Mari datang pada Tuhanku, orang-orang yang lesu dan berbeban. Mari, mari datang pada Tuhanku; Dia' kan membuat lega dan tenang". Amin.

 

Doa: Tuhan, ubahkan keluhan menjadi syukur, tegakkan keadilan, kebenaran, demi kemuliaan nama-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT