Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:09 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Habakuk 1:15-17

TEMA : "EVALUASI DIRI: DOMINASI KEKUASAAN"

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?" (ay. 17)

Sokrates (470-399 SM) berpendapat bahwa orang yang sungguh baik tidak akan melakukan kejahatan.

Gagasan ini memberi harapan di tengah kehidupan yang masih dipenuhi berbagai tindak kriminal. 

Kenyataannya, kejahatan dapat dilakukan oleh siapa saja, baik mereka yang kurang memperoleh pendidikan moral maupun mereka yang berpendidikan tinggi dan memiliki kekuasaan.

Tidak jarang, kekuasaan menjadi sarana lahirnya kejahatan yang terstruktur ketika dipakai untuk menguasai sumber daya dan melayani kepentingan pribadi.

Penyalahgunaan wewenang (abuse of power) terjadi ketika kekuasaan digunakan demi keuntungan segelintir orang.

Akibatnya, terbentuk jurang antara pihak yang berkuasa dan mereka yang dikuasai/ditindas.

Bahkan lembaga keagamaan, termasuk gereja, dapat terjebak dalam praktik semacam ini apabila kehilangan semangat melayani.

Keprihatinan itulah yang disampaikan Habakuk dalam pasal 1:15- 17. Bangsa Kasdim (Babel) memanfaatkan kekuatan politik dan militernya untuk menaklukkan bangsa-bangsa lain, termasuk Yehuda.

Habakuk melukiskan Yehuda seperti ikan yang tertangkap kail dan pukat Babel.

Ironisnya, mereka mengagungkan kekuatannya sendiri seolah-olah dan mempersembahkan kurban kepada berhala, kemenangan berasal dari kuasa mereka. Tanpa belas kasihan, mereka terus menindas bangsa-bangsa lain.

Saudaraku, menapaki malam dalam suasana HUT GPIB ke-78, marilah kita mengevaluasi diri.

Tidak ada kekuasaan manusia yang berlangsung untuk selamanya; hanya TUHAN yang berkuasa untuk selama-lamanya.

Karena itu, tempatkanlah TUHAN sebagai Penguasa tunggal atas hidup, keluarga, dan gereja.

Ketika la mempercayakan jabatan atau tanggung jawab kepada kita, gunakanlah dengan kerendahan hati, integritas, dan kasih.

Dengan demikian, setiap pelayanan kita menjadi sarana menghadirkan keadilan, perdamaian, dan pemulihan bagi sesama. Amin.

 

Doa: Tuhan, mampukan kami melayani dengan rendah hati, membawa damai, menolak kejahatan, dan menerima kebaikan-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT