Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:43 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Habakuk 2:4-5

TEMA : "EVALUASI DIRI: ORANG BENAR ATAU ORANG SOMBONG?"

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya" (ay.4)

Aristoteles (384-322 SM) dalam karya Megalopsuchia (Keagungan Jiwa) menyatakan bahwa orang sombong adalah orang yang merasa layak mendapatkan hal-hal besar, padahal sebenarnya tidak.

Menurutnya, kesombongan membuat seseorang mudah meremehkan orang lain.

Aristoteles menjelaskan bahwa seseorang dengan karakter Megalopsuchia adalah pribadi yang tidak haus sanjungan, tidak bergantung pada materi dan sangat tabah dalam menghadapi kemalangan atau penderitaan. Ini menunjuk kepada karakter orang benar.

Habakuk membandingkan karakter orang sombong dan orang benar (ay. 4-5).

Orang sombong adalah orang yang suka menonjolkan diri, tidak tulus hatinya, mengandalkan kekayaan, tidak dapat menguasai diri, tidak pernah merasa puas dan bersyukur.

Sementara orang benar adalah orang yang hidupnya mengandalkan TUHAN dan percaya kepada kuasa-Nya, hatinya terarah kepada TUHAN, memiliki relasi yang kuat dengan-Nya, taat mengikuti perintah-Nya dan memiliki keteguhan moral untuk menyatakan kesetiaan imannya.

Ketika mengevaluasi diri, keluarga dan persekutuan di usia GPIB ke-78 tahun, di posisi manakah kita berada sebagai gereja milik TUHAN?

Orang benar atau sombongkah kita? Di malam ini, firman Tuhan mengingatkan bahwa kita telah dibenarkan melalui anugerah penebusan dalam Yesus Kristus (Rm. 3:24).

Hiduplah sebagai orang benar, berpeganglah pada Injil yang adalah kekuatan Allah, beranilah menyatakan kebenaran, sebab orang benar akan hidup oleh iman/ percayanya (Rm. 1:16-17).

Jangan sia-siakan, tetapi jaga dan rawatlah kehidupan sebagai orang yang telah dibenarkan.

Hiduplah dengan mengandalkan TUHAN, percaya kepada kuasa-Nya, dan arahkan hati hanya kepada-Nya.

Peliharalah relasi yang kuat dengan TUHAN, setialah mengikuti perintah-Nya, dan milikilah keteguhan moral untuk menyatakan kesungguhan iman.

Pertahankan kualitas hidup demikian, sebab kita yang bertahan dalam kebenaran akan dimenangkan oleh TUHAN. Amin

 

Doa: Tuhan, mampukan kami hidup dalam kebenaran-Mu agar nama- Mu dimuliakan kini dan selamanya. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT