Pembacaan Alkitab : Filemon 1:13-14
TEMA : KEBAIKAN TANPA PAKSAAN
...supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela." (ay. 14)
Sering kali, yang baik tidak mudah dilakukan, sementara yang buruk justru lebih menggiurkan.
Ini bukan sekadar kebijaksanaan lama, melainkan realitas yang terus digumuli dalam kehidupan iman.
Paulus, dalam suratnya kepada Filemon, menunjukkan pergumulan itu secara nyata.
Di tengah keterbatasannya sebagai tahanan, ia memiliki keinginan untuk menahan Onesimus, hamba yang melarikan diri itu, tetap di sisinya.
Secara manusiawi, hal tersebut lebih nyaman dan menguntungkan pelayanannya.
Namun, Paulus memilih jalan yang tidak mudah. Ia mengembalikan Onesimus kepada Filemon.
Paulus menyadari bahwa kembalinya Onesimus bukan hanya soal memulihkan hubungan sosial, tetapi juga memulihkan martabat kemanusiaannya.
Sebagai hamba yang melarikan diri, Onesimus berada dalam posisi rentan dan dapat kehilangan perlindungan sosial.
Akan tetapi, Paulus memahami bahwa penerimaan kembali Onesimus harus didahului oleh persetujuan Filemon.
Penerimaan itu harus lahir dari keikhlasan dan pengampunan, bukan karena tekanan atau paksaan.
Bagi Paulus, perbuatan baik harus bertumbuh dari kerelaan dan kesediaan yang tulus.
Melakukan kebaikan karena terpaksa adalah kemunafikan yang dikemas dengan indah, seperti membungkus kebusukan dengan kertas beraroma parfum.
Pada waktunya, kebusukan itu akan tercium dan kerusakan pun tidak terhindarkan.
Kebaikan sejati tidak lahir dari tekanan, melainkan dari pembaruan batin yang dianugerahkan oleh kasih Kristus.
Kerelaan yang tulus, pengampunan yang lahir dari iman, dan pemulihan yang didasarkan pada pengakuan akan martabat saudara seiman, merupakan inti perbuatan baik yang berkenan kepada Allah.
Karena itu, biarlah setiap kebaikan kita lahir dari hati yang bebas, tulus, dan rela.
Dengan demikian, tindakan kita tidak hanya tampak benar di hadapan manusia, tetapi juga sungguh mencerminkan kasih dan kehendak Allah dalam kehidupan bersama. Amin.
Doa: Tuhan, anugerahkanlah kepadaku hati yang tulus dalam setiap perbuatan baik. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow