Pembacaan Alkitab : Filemon 1: 17
TEMA : PENGORBANAN YANG TIDAK SIA-SIA
"Jadi, kalau engkau menganggap aku sebagai rekan, terimalah dia seperti aku sendiri." (ay.17)
Teman seiman berbeda dari pertemanan biasa yang terbangun karena kedekatan tempat tinggal atau tempat kerja, kesamaan hobi, kepentingan, dan rasa cocok satu sama lain.
Teman seiman diikat di dalam dan melalui Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, terdapat perbedaan yang mendasar dalam perwujudan relasi tersebut.
Persahabatan dalam iman menuntut kerelaan berkorban, kerendahan hati, serta kesediaan untuk tidak dikuasai oleh ego dan kepentingan diri sendiri.
Pertemanan semacam itu menjadi alasan Paulus menyampaikan permintaan yang tidak mudah kepada Filemon dan keluarganya, yaitu menerima kembali Onesimus.
Filemon tentu memahami arti persekutuan dalam iman. Karena itu, ia tidak hanya berhadapan dengan pilihan menerima atau menolak permintaan Paulus.
Tetapi juga dengan ujian atas komitmen dan kesetiaannya kepada Kristus, Sang Sumber dan Pusat kehidupan beriman.
Berteman dalam ikatan kasih Kristus bukan sekadar urusan suka atau tidak suka, nyaman atau tidak nyaman.
Ini adalah relasi kasih yang radikal, yang berorientasi pada kehendak Allah dan dibangun di atas ketaatan kepada firman-Nya.
Relasi semacam ini tidak mungkin dijalani hanya dengan kekuatan sendiri. la menuntut hidup yang terus tertambat pada karya keselamatan Allah dan berjangkar pada kuasa Roh Kudus, Roh Penghibur, Pengajar hikmat, dan Pengingat sabda Kristus.
Karena itu, setiap orang percaya dipanggil keluar dari pemusatan pada diri sendiri dan belajar merangkul sesama.
Letakkan rasa sakit dalam tangan Tuhan dan lepaskan ingatan yang terus mengikat kita pada kesalahan orang lain.
Bukan karena mereka selalu layak, melainkan karena Kristus lebih dahulu merangkul kita ketika kita sama sekali tidak layak.
Di sanalah persahabatan seiman menjadi kesaksian hidup tentang kasih, pengampunan, dan penerimaan yang memulihkan sesama. Amin.
Doa: Tuhan, jadikanlah aku sahabat seiman yang mampu mewujudkan kebaikan Kristus dalam setiap interaksi dan percakapan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow